Klaim ‘Penghapusan’ Identitas Palestina, Pengusiran Aktivis, dan Pemakaman Paksa di Tepi Barat: Laporan Terkini
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional dan lokal, sejumlah insiden terbaru memperlihatkan meningkatnya ketegangan dan tindakan yang menimbulkan kekhawatiran terhadap hak asasi serta praktik keagamaan di wilayah pendudukan.
Menurut data Quds News Network dan pengamatan mantan pelapor khusus PBB Michael Lynk, pemerintah Israel dituduh mencoba “menghapus” identitas rakyat Palestina dengan menarget situs-situs suci dan komunitas beragama, termasuk komunitas Kristen. Tuduhan tersebut mencakup pembatasan ritual keagamaan dan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim, yang menurut Lynk dapat mendorong migrasi paksa dan memperdalam pendudukan. Pernyataan ini menyerukan solidaritas internasional dan pertanggungjawaban.
Sumber lokal menyebutkan di wilayah Tepi Barat, pemukim memaksa sebuah keluarga Palestina untuk menggali kembali jenazah ayah mereka, Hussein Asasa, seorang pria berusia 80 tahun, tak lama setelah pemakaman di dekat Jenin. Menurut laporan Al Jazeera dan sumber lokal, pemukim mengklaim tanah kuburan milik pemukiman dan mengancam akan menggunakan bulldozer; keluarga akhirnya menguburkan kembali jenazah tersebut di kuburan lain di bawah tekanan. Pihak militer Israel membantah memerintahkan ekskavasi, dan menyatakan intervensi mereka hanya untuk mencegah “gesekan”. Pernyataan ini, menurut laporan, Belum dapat diverifikasi secara independen.
Berdasarkan laporan Associated Press, insiden lain terjadi di laut ketika Israel mencegat sebuah flotila bantuan yang berusaha menembus blokade laut Gaza; dua aktivis, Saif Abukeshek dan Thiago Ávila, ditahan lebih dari seminggu sebelum dideportasi oleh otoritas Israel. Israel menyebut mereka sebagai “provokator profesional”, sementara Spanyol dan Brasil mengecam intersepsi di perairan internasional sebagai tindakan yang menyerupai “penculikan”.
Menurut data yang dirilis media internasional, situasi gencatan senjata tetap rapuh. Hingga laporan ini ditulis, sebuah serangan udara Israel di Khan Younis dilaporkan menewaskan seorang pejabat polisi Hamas dan satu orang lainnya — kedua korban tersebut gugur dalam serangan itu, menurut sumber-sumber setempat. Angka korban terus berubah dan Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut.
Menurut data Kantor Hak Asasi PBB, tindakan seperti ekskavasi paksa jenazah dan peningkatan kekerasan pemukim mencerminkan gelombang kekerasan yang lebih luas di wilayah tersebut. Kantor HAM PBB mengecam tindakan penggalian kembali jenazah sebagai “mengerikan dan merendahkan martabat”.
Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim yang beredar terkait koordinasi langsung antara pasukan tertentu dan pemukim di sejumlah insiden. Sumber lokal menyebutkan ketegangan terus berlanjut di beberapa desa, dan Tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan tambahan dari lapangan.
Laporan lanjutan akan mengikuti jika ada konfirmasi resmi atau bukti tambahan dari sumber independen.
Photo by: Duc Tinh Ngo, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship