Berdasarkan laporan: Bagaimana Keir Starmer Diduga Mendukung Israel Sepanjang Genosida di Gaza
Berdasarkan laporan Middle East Eye, mantan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dituduh mendukung operasi militer Israel selama yang dilabeli oleh sejumlah pengkritik sebagai genosida di Gaza. Menurut data yang dikutip, pasca serangan Hamas 7 Oktober 2023, hampir 73.000 warga Palestina gugur dan sekitar 170.000 terluka; serangan Hamas pada 7 Oktober menewaskan sekitar 1.200 orang.
Dalam posisi oposisi, laporan menyebutkan Starmer berulang kali menyatakan dukungan terhadap hak Israel untuk membela diri dan sempat menolak mengecam pemutusan listrik dan pasokan air ke Gaza. Sumber lokal menyebutkan penolakan awal itu memicu kemarahan aktivis dan anggota parlemen sayap kiri.
Menurut laporan, setelah menjadi pemerintahan Starmer melanjutkan kerja sama militer dengan Israel. Hingga laporan ini ditulis, Declassified UK melaporkan sedikitnya 518 penerbangan pengintaian oleh Inggris di atas Gaza sepanjang konflik. Pemerintah bersikeras penerbangan itu “semata-mata untuk menemukan sandera”, namun klaim tentang berbagi intelijen dengan Israel dan adanya rekaman misi yang menampilkan serangan pada hari saat beberapa warga Inggris tewas belum dipublikasikan oleh Kementerian Pertahanan. James Henderson, mantan marinir kerajaan yang berada dalam konvoi bantuan, disebut tewas dalam sebuah serangan yang menurut laporan terkait diabadikan oleh pesawat RAF; kementerian menolak merilis rekaman dengan alasan keamanan nasional.
Laporan juga menyinggung kebijakan ekspor senjata: pemerintahan Starmer sempat menangguhkan sekitar 30 lisensi ekspor terkait Israel, namun pengecualian pada komponen F-35 yang dikirim ke pool suku cadang global tetap diberlakukan. Menurut data yang dikutip, pemerintah menyetujui pengiriman barang militer senilai sekitar $169 juta ke Israel dalam periode tertentu, termasuk kategori amunisi.
Selain itu, Starmer disebut mengakui hak warga ganda Inggris-Israel untuk bertugas di militer Israel, meski hal ini mendapat kritikan karena turut memperumit posisi Inggris. Di dalam negeri, langkah pemerintah menindak kelompok pro-Palestina juga menjadi kontroversi; beberapa organisasi dilarang dan tindakan keras terhadap demonstran dilaporkan berlangsung.
Beberapa mantan anggota kabinet menuduh Starmer mengabaikan bukti dugaan kejahatan perang Israel. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim internal partai dan tuduhan pengabaian bukti tersebut.
Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian yang menyangkut pembagian intelijen dan sejumlah angka spesifik korban. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen dan rekaman yang disebut-sebut dalam laporan sebelum publikasi lebih lanjut.
Photo by: Mohammed Abubakr, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel