Hamas: Israel Perluas ‘Garis Kuning’ di Gaza untuk Menggagalkan Pembicaraan Gencatan Senjata
Berdasarkan laporan Anadolu Agency, kelompok Palestina Hamas menuduh Israel memperluas pergerakan “garis kuning” ke arah barat di dalam Jalur Gaza dengan tujuan “meledakkan” jalur negosiasi dan menggagalkan upaya konsolidasi gencatan senjata. Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Hamas, Hazem Qassem, saat faksi-faksi Palestina dan mediator menggelar pembicaraan di Kairo mengenai isu-isu yang masih tertunda terkait perjanjian gencatan senjata.
Menurut data saksi mata dan laporan lokal, tentara Israel memindahkan blok-blok “garis kuning” ke arah barat sejauh sekitar 300 meter di beberapa daerah sepanjang pekan lalu hingga Jumat, terutama di lingkungan Tuffah di timur Kota Gaza. Sumber lokal menyebutkan pemindahan tersebut dilakukan dengan menempatkan blok beton baru dan disertai serangan di wilayah yang bersangkutan.
Hamas mengklaim bahwa langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memperluas kendali atas lahan Palestina dan untuk “membatalkan” proses negosiasi yang sedang berlangsung di Kairo. Istilah “garis kuning” merujuk pada garis pemisah tempat pasukan Israel ditempatkan di dalam Jalur Gaza.
Hingga laporan ini ditulis, klaim tentang pemindahan garis kuning, pemasangan blok beton, dan dugaan serangan belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Belum ada data resmi yang mengonfirmasi jumlah korban jiwa; sumber lokal menyebutkan warga sipil mengungsi ke area yang dianggap lebih aman sambil membawa barang-barang mereka.
Belum ada laporan korban gugur atau tewas yang dapat dikonfirmasi secara independen terkait insiden pemindahan garis ini. Sementara itu, pertemuan di Kairo terus berupaya membahas isu-isu teknis dan mekanisme implementasi perjanjian gencatan senjata.
Tim redaksi masih memverifikasi klaim pihak-pihak terkait dan akan mengabarkan perkembangan lebih lanjut begitu informasi tambahan dapat dipastikan.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel