Paus Peringatkan Penyelundup Manusia Hadapi Murka Tuhan
Berdasarkan laporan dari kunjungan Paus Leo XIV ke Kepulauan Canary, Paus mengecam keras praktik penyelundupan manusia dan memperingatkan para penyelundup bahwa mereka akan menghadapi murka Tuhan jika terus mengeksploitasi nyawa yang rentan.
Menurut data lembaga kemanusiaan, ribuan migran tewas di rute Atlantik dalam beberapa tahun terakhir, sebuah tragedi yang disebut Paus sebagai kapal karam yang sunyi yang mencerminkan kepedulian global yang memudar.
Di pelabuhan Arguineguín, yang sumber lokal menyebutkan pernah dikenal sebagai dock of shame atau dermaga aib, Paus mengunjungi pusat penerimaan migran dan menuntut perlakuan manusiawi serta pembukaan jalur migrasi legal. Ia mengecam para penyelundup dan menyebut praktik mereka sebagai tindakan monster, mendesak mereka berhenti dan bertobat atau menghadapi keadilan ilahi.
Paus juga menyerukan agar negara-negara Eropa dan komunitas internasional lebih aktif mengintegrasikan migran ke dalam masyarakat penerima, serta menolak kebijakan yang hanya mengedepankan deportasi tanpa perlindungan kemanusiaan. Pesan itu datang bersamaan dengan diberlakukannya pakta migrasi baru di kawasan yang menuai kekhawatiran aktivis hak asasi.
Hingga laporan ini ditulis, klaim mengenai jumlah korban dan beberapa rincian kunjungan masih belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah detail, termasuk laporan tentang penundaan kepulangan Paus akibat gangguan teknis pada pesawat.
Berita ini disusun berdasarkan laporan media internasional termasuk AP, NPR, Chicago Tribune, dan The Washington Post, serta pernyataan yang dilaporkan oleh Vatikan. Sumber lokal menyebutkan suasana haru dan kelegaan di antara pengungsi yang ditemui selama kunjungan tersebut.
Photo by: Abd Alrhman Al Darra, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel