Iran war live: Trump dan Teheran Berseteru soal Inspeksi Nuklir dan Selat Hormuz
Berdasarkan laporan dari beberapa lembaga internasional, negosiasi untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran berlangsung tegang dengan pernyataan yang saling bertentangan dari Washington dan Teheran. Menurut data pejabat AS, Presiden Donald Trump menyatakan Tehran telah menyetujui inspeksi nuklir terhadap situs-situs yang dibombardir dalam jangka waktu 60 hari; namun pejabat Iran membantah klaim itu dan menegaskan mereka hanya akan mematuhi kewajiban perjanjian internasional yang ada dan menolak negosiasi mengenai program misil mereka.
Hingga laporan ini ditulis, kedua belah pihak terus mendorong pembentukan kelompok kerja teknis untuk merumuskan kesepakatan komprehensif, tetapi perselisihan besar tetap ada, termasuk soal kontrol atas aset Iran yang dibekukan dan usulan pungutan jasa di Selat Hormuz. Sumber lokal menyebutkan Tehran sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk memungut biaya transit di perairan strategis tersebut, sementara Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan Oman telah menyiapkan koridor sementara untuk mengevakuasi pelaut yang terdampar dan secara bertahap melanjutkan pelayaran.
Menurut data dari sumber diplomatik, Trump sempat menangguhkan blokade angkatan laut terhadap Selat Hormuz dan mengaitkannya dengan klaim pencapaian inspeksi; namun ia juga memperingatkan kapal-kapal AS tetap siap untuk mengembalikan pembatasan itu jika diperlukan. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah persetujuan inspeksi nuklir yang diklaim oleh Washington termasuk protokol baru atau sekadar penegasan kembali kewajiban yang sudah ada.
Di arena domestik AS, Pentagon dilaporkan meminta dana tambahan sekitar 80 miliar dolar untuk menutupi biaya konflik, sementara Senat AS mengesahkan resolusi simbolis yang mengkritik kebijakan pemerintahan Trump terkait perang dan kurangnya transparansi dalam memorandum perdamaian.
Konflik regional juga memanas. Menurut data yang dipublikasikan sejumlah media, korban di Lebanon telah melampaui 4.100 gugur sejak eskalasi pada awal Maret; pertempuran antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Hezbollah terus berlanjut dengan serangan balasan yang menimbulkan korban. Sumber lokal menyebutkan tentara Israel menewaskan dua orang pada Selasa, sementara bentrokan lain dilaporkan menimbulkan korban di pihak Hezbollah — korban dari kelompok bersenjata tersebut dilaporkan tewas.
Negosiator internasional diberi waktu sekitar 60 hari untuk memformalkan kesepakatan permanen yang menyeimbangkan tuntutan soal inspeksi nuklir, penghentian permusuhan di Lebanon, dan isu-isu maritim di Selat Hormuz. Hingga laporan ini ditulis, perdebatan kunci masih meliputi syarat inspeksi, nasib program misil Iran, dan mekanisme penegakan gencatan senjata.
Belum dapat diverifikasi secara independen rincian teknis sejumlah klaim yang dilontarkan pihak-pihak terkait. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi dari Washington dan Teheran serta laporan korban di lapangan.
Photo by: Eric Seddon, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel