«الجميع سئم منك» — Ledakan Trump ke Netanyahu soal Gaza Terungkap dalam Buku Baru
Berdasarkan laporan dari sebuah buku baru karya jurnalis Amerika, ketegangan yang belum pernah terjadi antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terungkap selama negosiasi yang mendahului gencatan senjata di Gaza.
Menurut data yang dikumpulkan oleh penulis Maggie Haberman dan Jonathan Swan, dalam satu percakapan telepon yang digambarkan sebagai sangat volatile, Trump meledak kepada Netanyahu dan melontarkan kata-kata tajam — termasuk frasa dalam bahasa Arab “الجميع سئم منك” — yang diterjemahkan dalam salah satu ringkasan sebagai “semua (orang Yahudi) muak padamu”. Percakapan itu, menurut buku, dimaksudkan untuk menekan Netanyahu menerima rencana perdamaian 20 butir terkait Gaza.
Sumber lokal menyebutkan bahwa penasihat-penasihat dekat Trump, termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff, merasa dikhianati oleh serangan militer Israel di Doha yang kemudian digunakan sebagai tekanan dalam putaran negosiasi. Buku tersebut juga menulis bahwa Trump secara pribadi menyebut Netanyahu sebagai “penipu” (con man) dan terkejut atas karakter “tak pandang bulu” dari serangan pager di Lebanon yang terjadi pada September 2024.
Haaretz, melalui beberapa opini dan laporan editorial pada 23 Juni 2026, menambahkan bahwa kebijakan Netanyahu terkait gencatan senjata November 2024 dengan Lebanon yang dimediasi AS dan Prancis menimbulkan implikasi diplomatik yang luas bagi Israel. Editorial tersebut menilai bahwa kegagalan pemerintah Israel untuk mengimplementasikan kesepakatan itu telah melemahkan posisi Israel dan memberi ruang gerak bagi kelompok-kelompok ekstremis di kawasan.
Amos Harel, penulis analisis di Haaretz, menilai bahwa pemerintahan Trump berhasil memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah yang menyebabkan pengurangan pasukan IDF di Lebanon selatan dan pelonggaran beberapa pembatasan pertahanan sipil setempat. Namun Harel juga memperingatkan bahwa Netanyahu, menurutnya, kerap menggambarkan situasi Lebanon kepada publik Israel dengan cara yang menyesatkan.
Menurut data tambahan yang dilaporkan oleh Haaretz lewat Channel 13, Mossad diminta menyusun makalah posisi terkait apakah pembantu-pembantu senior Netanyahu yang terlibat dalam skandal “Qatargate” telah membahayakan kepentingan keamanan nasional Israel. Sumber lokal menyebutkan permintaan ini sedang dalam proses kajian internal.
Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim dari buku dan sejumlah analisis opini tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh tim redaksi. Tim redaksi masih memverifikasi rincian percakapan, kronologi serangan yang disebutkan dalam buku, serta dampak diplomatik yang dikaitkan dengan tindakan pemerintah Israel.
Belum dapat diverifikasi secara independen pula apakah frasa yang dikutip persis diucapkan dalam bentuk yang sama oleh Trump dalam panggilan itu, atau apakah pemilihan kata dalam ringkasan buku merefleksikan interpretasi penulis. Sumber-sumber resmi dari pihak Trump maupun kantor Perdana Menteri Netanyahu belum merilis pernyataan konfirmasi terhadap isi buku tersebut.
Keterangan lebih lanjut akan disampaikan apabila dokumen, rekaman, atau pernyataan resmi yang relevan berhasil dikonfirmasi oleh redaksi.
Photo by: Hosny salah, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel