Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel 9 Warga Palestina Terluka Akibat Pengeboman di Gaza pada Hari Ketiga Idul Adha Netanyahu Perintahkan Tentara Kuasai 70 Persen Jalur Gaza Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel 9 Warga Palestina Terluka Akibat Pengeboman di Gaza pada Hari Ketiga Idul Adha Netanyahu Perintahkan Tentara Kuasai 70 Persen Jalur Gaza

Iran Tanggapi Proposal Perdamaian AS melalui Pakistan dan Qatar, Tegaskan Pertahankan Kepentingan Nasional

Admin May 10, 2026 at 21:03
Iran Tanggapi Proposal Perdamaian AS melalui Pakistan dan Qatar, Tegaskan Pertahankan Kepentingan Nasional

Berdasarkan laporan, Iran telah mengajukan tanggapan atas proposal perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar untuk mengakhiri konflik dua bulan di kawasan.

Menurut data yang diperoleh dari beberapa lembaga berita internasional, Teheran mengajukan draf balasan yang disebut berisi 14 poin yang menuntut pencabutan sanksi dan penarikan pasukan AS sebagai prasyarat gencatan senjata permanen. Dokumen ini diposisikan sebagai kontra terhadap rencana sembilan poin yang diajukan Washington.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa setiap perundingan mendatang bertujuan untuk mempertahankan kepentingan nasional dan memastikan hak rakyat Iran, bukan merupakan tanda menyerah. “Iran tidak akan tunduk di hadapan musuh,” kata Pezeshkian, menurut pernyataan resmi yang dikutip media.

Hingga laporan ini ditulis, upaya diplomasi masih berlangsung dengan mediasi Pakistan dan Qatar yang mencoba merumuskan nota kesepahaman sementara untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali lalu lintas maritim di Selat Hormuz, yang selama beberapa waktu hampir ditutup efektif oleh pihak Iran.

Sumber lokal menyebutkan adanya langkah “membangun kepercayaan” berupa lewatnya sebuah kapal LNG Qatar, meskipun serangan drone baru-baru ini menargetkan kapal-kapal dagang di sekitar perairan Teluk dan Inggris mengirimkan kapal perusak ke kawasan. Presiden AS disebut telah memperingatkan akan melanjutkan operasi penyelamatan angkatan laut jika pembicaraan gagal.

Teheran juga dikabarkan menilai pengendalian strategis atas Selat Hormuz sama pentingnya dengan pencegah nuklir dan menyebut dampaknya terhadap ekonomi global “setara dengan bom atom”. Pernyataan ini belum dapat diverifikasi secara independen; tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim teknis terkait dampak ekonomi yang dikemukakan pihak Iran.

Belum dapat diverifikasi secara independen pula adalah rincian lengkap draf 14 poin Iran dan sejumlah klaim militer yang beredar. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen resmi serta pernyataan pihak-pihak terkait.

Berita ini akan diperbarui jika ada konfirmasi lebih lanjut dari sumber resmi atau perkembangan di lapangan.

Photo by: byAmirli ‌‌, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.