The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel 9 Warga Palestina Terluka Akibat Pengeboman di Gaza pada Hari Ketiga Idul Adha Netanyahu Perintahkan Tentara Kuasai 70 Persen Jalur Gaza Prancis Desak Penyelidikan Pidana Usai Penganiayaan Warga Prancis di ‘Armada Keteguhan’ Pemecah Blokade Gaza Hingga Pemberitahuan Selanjutnya: Masjid Ibrahimi di Hebron Ditutup The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel 9 Warga Palestina Terluka Akibat Pengeboman di Gaza pada Hari Ketiga Idul Adha Netanyahu Perintahkan Tentara Kuasai 70 Persen Jalur Gaza Prancis Desak Penyelidikan Pidana Usai Penganiayaan Warga Prancis di ‘Armada Keteguhan’ Pemecah Blokade Gaza Hingga Pemberitahuan Selanjutnya: Masjid Ibrahimi di Hebron Ditutup

Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS

Admin May 28, 2026 at 11:04
Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS

Berdasarkan laporan, pemerintah Australia telah meluncurkan gugatan sipil yang disebut sebagai “gugatan terbesar pernah” terkait kontaminasi bahan kimia PFAS dari busa pemadam kebakaran yang dipakai di instalasi militer. Menurut data yang disampaikan oleh jaksa agung, pemerintah menuntut ganti rugi sebesar A$2 miliar untuk menutup biaya yang timbul dalam penanganan dan pemulihan di 28 pangkalan pertahanan. Hingga laporan ini ditulis, pemerintah menyatakan telah mengeluarkan lebih dari A$1 miliar untuk investigasi dan remediasi.

3M, perusahaan asal AS yang dipersalahkan dalam gugatan tersebut, dilaporkan mengatakan bahwa mereka menghentikan penjualan busa tersebut di Australia sekitar 20 tahun lalu dan berniat membela diri di pengadilan. Klaim-klaim mengenai tanggung jawab dan jumlah kerusakan lingkungan belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen penggugat dan respons lengkap dari pihak 3M serta detail teknis kontaminasi.

Sementara itu, sumber lokal menyebutkan seorang wanita asal Melbourne yang baru kembali dari wilayah Suriah telah didakwa atas tuduhan terkait keterkaitan dengan kelompok Negara Islam (IS). Berdasarkan pengumuman aparat penegak hukum, wanita tersebut ditangkap setelah mendarat di Australia dan menghadapi dakwaan di bawah undang-undang kontra-terorisme negara.

Hingga laporan ini ditulis, tersangka masih berada dalam tahanan dan proses hukum berjalan. Detail lebih lanjut tentang dakwaan, termasuk bukti yang diajukan terhadap terdakwa dan apakah ada pihak lain yang ditangkap, belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi kronologi penangkapan dan pernyataan resmi dari kepolisian federal serta kantor kejaksaan.

Kedua cerita ini menjadi bagian dari perkembangan politik dan hukum yang lebih luas di Australia, termasuk sorotan terhadap tanggung jawab perusahaan multinasional atas kerusakan lingkungan dan peningkatan pengawasan aparat terhadap kembalinya warga yang diduga terkait kelompok ekstremis. Tim redaksi akan terus mengikuti dan memperbarui laporan ini seiring munculnya informasi resmi tambahan.

Photo by: Zelch Csaba, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.