Analisis Baru: Media Arus Utama AS Diduga Komplis dalam “Menjual” Genosida Gaza
Berdasarkan laporan investigasi oleh The Intercept, liputan media arus utama Amerika Serikat selama tahun pertama serangan terhadap Jalur Gaza menunjukkan kecenderungan bias sistematis yang berpihak kepada Israel. Menurut data yang dikumpulkan tim investigasi, lebih dari 12.000 artikel dari The New York Times, The Washington Post, CNN.com, Politico, Axios, USA Today, dan The Associated Press serta sekitar 5.000 segmen televisi di CNN dan MSNBC dianalisis untuk penelitian tersebut.
Analisis itu, yang dikatakan merupakan rangkuman riset untuk sebuah buku yang akan diterbitkan, menemukan bahwa pemberitaan cenderung “satu sisi, rasis, dan mendehumanisasi,” serta berkontribusi pada narasi yang memungkinkan tindakan militer Israel dibingkai sebagai dapat dibenarkan. Laporan ini mengidentifikasi tujuh pola berulang dalam cara cerita disusun, termasuk pemilihan narasumber, penggunaan eufemisme, penghilangan konteks sejarah, dan marginalisasi suara Palestina.
Sumber lokal menyebutkan adanya demonstrasi pro-Palestina yang menuntut pertanggungjawaban media dan mengecam apa yang disebut sebagai “pembuatan persetujuan” bagi tindakan Israel; demonstran pernah terlihat berkumpul di luar kantor NBC dan Fox News di Washington DC. Hingga laporan ini ditulis, Tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim yang beredar terkait peran spesifik outlet tertentu dalam narasi tersebut.
Laporan juga menyorot dampak kemanusiaan yang minim diberitakan: warga Palestina—mayoritasnya Muslim—dilaporkan gugur dalam aksi militer dan blokade, sementara angka korban sipil beserta kondisi kelaparan dan krisis kesehatan disebut-sebut sebagai aspek yang kurang mendapat sorotan dalam pemberitaan utama. Klaim bahwa media AS “membantu membenarkan genosida” diungkapkan dalam analisis The Intercept dan Belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi ini.
Para penulis analisis menekankan bahwa fokus penelitian adalah outlet tengah-kiri yang memiliki pengaruh terhadap pemerintahan AS, dengan implikasi bahwa pola pemberitaan tersebut dapat mempengaruhi kebijakan publik dan kebijakan luar negeri. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan-pernyataan tambahan yang dikemukakan dalam riset itu dan akan memperbarui berita ini bila informasi baru tersedia.
Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship