Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Workshop di Damaskus Bahas Indeks Kelaparan Global dan Keamanan Pangan di Suriah

Admin May 19, 2026 at 23:05
Workshop di Damaskus Bahas Indeks Kelaparan Global dan Keamanan Pangan di Suriah

Berdasarkan laporan, Kementerian Pertanian Suriah menyelenggarakan kerja sama dengan Kementerian Urusan Sosial dan Tenaga Kerja serta organisasi Jerman “Welthungerhilfe” (WHH) untuk menggelar sebuah workshop yang membahas Indeks Kelaparan Global dan statistik terkait keamanan pangan. Acara berlangsung di Hotel Damaroz di Damaskus pada Selasa.

Menurut data yang dipaparkan selama workshop, diskusi berfokus pada tren kerawanan pangan di berbagai wilayah Suriah, faktor penyebab menurunnya ketahanan pangan seperti gangguan produksi pertanian, kesulitan distribusi, inflasi harga pangan, dan dampak perpindahan penduduk internal. Pembicara dari pihak penyelenggara menyoroti perlunya data yang lebih akurat dan sistem pemantauan yang terpadu untuk menilai kebutuhan secara tepat sasaran.

Menurut data yang disampaikan oleh narasumber dalam acara, rekomendasi yang muncul meliputi peningkatan dukungan bagi petani kecil, rehabilitasi infrastruktur pertanian, perluasan program bantuan berbasis kebutuhan, serta penguatan kapasitas administrasi lokal untuk respons pangan darurat. Penyelenggara menekankan pentingnya koordinasi antara otoritas nasional, organisasi kemanusiaan, dan mitra internasional.

Sumber lokal menyebutkan bahwa peserta workshop mencakup pejabat kementerian terkait, perwakilan organisasi kemanusiaan, serta pakar dan akademisi di bidang pertanian dan gizi. Tim redaksi masih memverifikasi jumlah peserta, rincian intervensi yang diusulkan, dan pernyataan lengkap dari para pembicara.

Hingga laporan ini ditulis, klaim terkait angka rumah tangga terdampak, rencana pendanaan, dan hasil konkret yang dijanjikan selama sesi belum dapat diverifikasi secara independen. Belum dapat diverifikasi secara independen juga beberapa data operasional yang dipaparkan oleh pihak penyelenggara.

Penyelenggara menyatakan tujuan workshop adalah memperkuat pemahaman tentang posisi Suriah dalam Indeks Kelaparan Global dan merumuskan langkah-langkah praktis untuk meningkatkan keamanan pangan. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen resmi, materi presentasi, dan tindak lanjut program yang diumumkan selama acara.

Photo by: Noor Aldin Alwan, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.