Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Christopher Landau Wakili Pemerintahan AS pada Pelantikan Keiko Fujimori Presiden Suriah Tolak Intervensi Militer di Lebanon, Dukung Monopoli Senjata oleh Negara Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Christopher Landau Wakili Pemerintahan AS pada Pelantikan Keiko Fujimori Presiden Suriah Tolak Intervensi Militer di Lebanon, Dukung Monopoli Senjata oleh Negara

‘We are the lost generation of Sudan’: Pelajar Sudan di Pengasingan

Admin July 11, 2026 at 12:04
‘We are the lost generation of Sudan’: Pelajar Sudan di Pengasingan

Berdasarkan laporan, bertahun-tahun konflik yang melanda Sudan telah memaksa ribuan pelajar meninggalkan kampus dan melanjutkan hidup di pengasingan, baik di negara-negara tetangga maupun di kawasan yang lebih aman di dalam negeri.

Menurut data yang dikumpulkan oleh organisasi kemanusiaan dan pendidikan, gangguan terhadap layanan pendidikan — mulai dari penutupan universitas hingga pemutusan akses internet — membuat banyak pelajar tidak dapat meneruskan studi mereka atau menunda kelulusan.

Sumber lokal menyebutkan bahwa kondisi di kamp-kamp pengungsi dan komunitas pengasingan sangat sulit: kekurangan bahan ajar, fasilitas belajar yang minim, dan keterbatasan biaya hidup memaksa pelajar bekerja sambilan atau menghentikan sekolah. Beberapa pelajar menggambarkan situasi mereka dengan kalimat “We are the lost generation of Sudan”.

Hingga laporan ini ditulis, upaya untuk memulihkan akses pendidikan masih terhambat oleh ketidakstabilan keamanan dan kurangnya pendanaan. Beberapa klaim terkait bantuan dan program pendidikan darurat belum dapat diverifikasi secara independen.

Tim redaksi masih memverifikasi data rinci terkait jumlah pelajar yang terdampak, rute pengungsian, dan peran lembaga donor. Para aktivis dan organisasi internasional menyerukan solusi jangka panjang, termasuk pendanaan pendidikan darurat, program beasiswa, dan dukungan psikososial bagi “generasi yang hilang” ini.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.