Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

‘We are the lost generation of Sudan’: Pelajar Sudan di Pengasingan

Admin July 11, 2026 at 12:04
‘We are the lost generation of Sudan’: Pelajar Sudan di Pengasingan

Berdasarkan laporan, bertahun-tahun konflik yang melanda Sudan telah memaksa ribuan pelajar meninggalkan kampus dan melanjutkan hidup di pengasingan, baik di negara-negara tetangga maupun di kawasan yang lebih aman di dalam negeri.

Menurut data yang dikumpulkan oleh organisasi kemanusiaan dan pendidikan, gangguan terhadap layanan pendidikan — mulai dari penutupan universitas hingga pemutusan akses internet — membuat banyak pelajar tidak dapat meneruskan studi mereka atau menunda kelulusan.

Sumber lokal menyebutkan bahwa kondisi di kamp-kamp pengungsi dan komunitas pengasingan sangat sulit: kekurangan bahan ajar, fasilitas belajar yang minim, dan keterbatasan biaya hidup memaksa pelajar bekerja sambilan atau menghentikan sekolah. Beberapa pelajar menggambarkan situasi mereka dengan kalimat “We are the lost generation of Sudan”.

Hingga laporan ini ditulis, upaya untuk memulihkan akses pendidikan masih terhambat oleh ketidakstabilan keamanan dan kurangnya pendanaan. Beberapa klaim terkait bantuan dan program pendidikan darurat belum dapat diverifikasi secara independen.

Tim redaksi masih memverifikasi data rinci terkait jumlah pelajar yang terdampak, rute pengungsian, dan peran lembaga donor. Para aktivis dan organisasi internasional menyerukan solusi jangka panjang, termasuk pendanaan pendidikan darurat, program beasiswa, dan dukungan psikososial bagi “generasi yang hilang” ini.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.