Pedagang White Nile Mogok Menuntut Penurunan Biaya saat Port Sudan Dilanda Krisis Air dan Listrik
Berdasarkan laporan dari Dabanga Radio TV Online, pedagang di Ed Duweim, wilayah White Nile, melancarkan aksi mogok selama dua hari pada hari Selasa sebagai protes atas kenaikan biaya perdagangan dan praktik pemungutan pajak yang tidak transparan.
Menurut data yang dihimpun, aksi itu melibatkan penutupan pasar dan banyak toko yang tutup sebagai bentuk protes terhadap pungutan baru serta biaya administrasi yang dinilai memberatkan para pelaku usaha kecil.
Sumber lokal menyebutkan pedagang menuntut penjelasan dari otoritas setempat dan pencabutan beberapa pungutan yang diberlakukan secara tiba-tiba. Hingga laporan ini ditulis, aksi dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan belum ada pernyataan resmi yang menyatakan tercapainya kesepakatan.
Di tempat terpisah, Port Sudan menghadapi krisis kemanusiaan akibat kekurangan air bersih dan pemadaman listrik berkepanjangan; menurut data setempat, beberapa wilayah mengalami pemadaman hingga 20 jam per hari pada saat gelombang panas yang membahayakan kesehatan warga.
Sumber lokal menyebutkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan merasakan dampak serius dari krisis listrik dan air, dengan peringatan kepada kelompok rentan bahwa kondisi ini berpotensi mengancam jiwa. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah korban atau dampak jangka panjang dari kedua krisis tersebut.
Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan akan memperbarui laporan jika ada konfirmasi resmi. Sumber utama: Dabanga Radio TV Online.
Photo by: Ana Morales, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel