Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Universitas Minnesota Batalkan Penunjukan Raz Segal Setelah Tekanan Terkait Pernyataannya tentang Gaza

Admin August 9, 2026 at 03:04
Universitas Minnesota Batalkan Penunjukan Raz Segal Setelah Tekanan Terkait Pernyataannya tentang Gaza

Berdasarkan laporan, Universitas Minnesota menarik kembali penunjukan sejarawan Raz Segal sebagai direktur Center for Holocaust and Genocide Studies setelah menerima tekanan dari donor dan kelompok pro-Israel.

Menurut data yang dipublikasikan oleh RT Arabic yang mengutip Yedioth Ahronoth, universitas tersebut mencapai penyelesaian hukum senilai sekitar $250.000 dengan Segal setelah pencabutan tawaran itu. Belum dapat diverifikasi secara independen besaran penyelesaian tersebut dan rincian negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat.

Sumber lokal menyebutkan bahwa pencabutan penunjukan muncul menyusul kontroversi atas sebuah artikel yang ditulis Segal, di mana ia menggambarkan tindakan Israel di Gaza sebagai “textbook case of genocide”. Tekanan dari donor dan kelompok pro-Israel, menurut laporan, menjadi faktor penentu keputusan universitas.

Hingga laporan ini ditulis, Segal tetap menjabat sebagai profesor di Stockton University dan menyatakan bahwa penyelesaian tersebut merupakan kemenangan melawan sensor akademik. Pernyataan universitas tentang alasan resmi pencabutan penunjukan dan detail internal terkait tekanan eksternal belum dipublikasikan secara lengkap.

Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang motif para donor atau organisasi yang mendorong pencabutan tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen terkait penyelesaian dan pernyataan resmi dari Universitas Minnesota serta pihak-pihak yang disebut dalam laporan.

Menurut data awal yang beredar, peristiwa ini menimbulkan perdebatan tentang kebebasan akademik, peran donor dalam kebijakan universitas, dan batasan kebijakan pengangkatan jabatan akademik di institusi publik di Amerika Serikat.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.