Trump: Perjanjian Damai dengan Iran ‘Sebagian Besar Telah Dinegosiasikan’, Selat Hormuz Akan Dibuka
Berdasarkan laporan, mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Sabtu bahwa perjanjian damai dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan” setelah melakukan pembicaraan dengan mediator Pakistan, sekutu-sekutu Teluk, dan pejabat Israel. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social.
Menurut data yang disampaikan Trump, “aspek final dan detail” dari sebuah Memorandum of Understanding masih dibahas dan “akan diumumkan segera”. Trump juga menyebut bahwa bagian dari kesepakatan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di Teluk yang selama ini dikuatirkan menjadi titik konflik.
Berdasarkan laporan, pernyataan Trump ini berpotensi menandai berakhirnya kampanye pemboman yang dipimpin oleh AS dan Israel yang dimulai pada Februari, meskipun pihak-pihak terkait belum mengonfirmasi rincian tersebut. Sumber lokal menyebutkan bahwa perundingan melibatkan mediator dari Pakistan dan diskusi intensif dengan sekutu-sekutu Teluk serta pejabat Israel.
Hingga laporan ini ditulis, finalisasi MoU masih dalam pembicaraan di tingkat diplomatik dan belum ada teks resmi yang dipublikasikan secara lengkap. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah semua pihak yang bertikai — termasuk pemerintahan Iran — telah menyetujui poin-poin utama atau mekanisme pengawasan yang akan diberlakukan.
Menurut data pengamat wilayah, pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan dipandang sebagai langkah signifikan yang dapat mengubah dinamika ekonomi dan keamanan regional; namun para skeptis memperingatkan tentang kemungkinan klausul yang merugikan sebagian pihak.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan akan memperbarui informasi saat konfirmasi resmi tersedia. Belum dapat diverifikasi secara independen.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship