Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Teheran Klaim Kedaulatan atas Pelayaran di Selat Hormuz

Admin May 17, 2026 at 11:03
Teheran Klaim Kedaulatan atas Pelayaran di Selat Hormuz

Berdasarkan laporan, Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menyatakan Teheran tidak lagi akan mengizinkan lewatnya peralatan militer yang ditujukan bagi musuhnya melalui Selat Hormuz. Menurut data yang disampaikan pejabat Iran, negara itu sebelumnya telah melepaskan sebagian hak kedaulatannya dengan membiarkan lalu lintas semacam itu, namun Aref menegaskan “Kami tidak akan mengizinkan itu lagi.” Hingga laporan ini ditulis, Iran disebut merencanakan mekanisme pengelolaan lalu lintas dan jalur yang ditunjuk untuk kapal dagang serta pihak yang “bekerja sama” dengan otoritas Iran; sistem ini dikabarkan akan memungut biaya untuk layanan tertentu dan secara eksplisit mengecualikan peserta program pengawalan maritim AS. Pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap campur tangan AS akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang rincian teknis dan penerapan sistem tersebut. Sumber lokal menyebutkan langkah ini merupakan respons langsung terhadap blokade pelabuhan yang diberlakukan oleh AS, namun pihak-pihak internasional terkait belum mengonfirmasi. Tim redaksi masih memverifikasi keterangan tambahan dan dampak potensial terhadap perdagangan minyak global.

Photo by: Behnam Ramezani, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.