Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

Al-Omr: Prosedur Pencabutan Status “Negara Pendukung Terorisme” untuk Suriah Dimulai

Admin July 11, 2026 at 06:04
Al-Omr: Prosedur Pencabutan Status “Negara Pendukung Terorisme” untuk Suriah Dimulai

Berdasarkan laporan, Mohammad Al-Omr, Direktur Administrasi Konsuler di Kementerian Luar Negeri dan Expatriat Suriah, menyatakan bahwa pemerintahan Suriah telah memulai prosedur untuk mencabut klasifikasi negara sebagai “negara pendukung terorisme” dan berupaya mengembalikan posisi negara itu ke panggung regional dan internasional.

Menurut data yang disampaikan Al-Omr, diplomasi Suriah dalam periode singkat berhasil menempatkan kembali Suriah “di jantung” dinamika politik kawasan dan dunia. Sumber lokal menyebutkan bahwa langkah-langkah diplomatik tersebut meliputi intensifikasi kontak bilateral dan partisipasi dalam jalur mediasi regional.

Sebagai konteks, beberapa laporan internasional yang dikutip termasuk The Jerusalem Post mencatat dinamika regional seperti upaya mediasi Qatar antara Amerika Serikat dan Iran serta pergeseran kebijakan yang melibatkan aktor-aktor kawasan, yang menurut pengamat bisa turut mempengaruhi peluang reintegrasi Suriah di tingkat internasional. Hingga laporan ini ditulis, belum ada pengumuman resmi dari pihak yang berwenang di negara-negara pemberi klasifikasi mengenai jadwal atau persyaratan teknis pencabutan status tersebut.

Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana proses administratif dan politik untuk pencabutan itu telah berjalan, termasuk apakah ada persyaratan hukum internasional yang sedang dipenuhi oleh Damaskus. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan dan dokumen resmi terkait klaim dimulainya prosedur tersebut.

Pernyataan Al-Omr datang di tengah sorotan luas atas perkembangan keamanan dan diplomasi di kawasan, sementara pejabat Suriah menekankan bahwa pencabutan klasifikasi akan menjadi langkah kunci bagi kembalinya Suriah ke forum-forum internasional dan pembukaan kembali hubungan dengan beberapa negara yang sebelumnya memutuskan hubungan diplomatik atau memberlakukan sanksi.

Sumber lokal menambahkan bahwa upaya ini juga akan membutuhkan negosiasi lanjutan dengan mitra internasional serta pembuktian tindakan konkret di bidang keamanan dan kebijakan luar negeri. Tim redaksi akan terus mengikuti perkembangan dan memberikan pembaruan setelah verifikasi lebih lanjut.

Photo by: osama naser, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.