Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon

Peringatan Meningkat: Risiko Kekejaman Massal Baru di Sudan saat RSF Berkumpul di Sekitar el-Obeid

Admin June 26, 2026 at 00:05
Peringatan Meningkat: Risiko Kekejaman Massal Baru di Sudan saat RSF Berkumpul di Sekitar el-Obeid

Berdasarkan laporan, pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) berkumpul di sekitar kota strategis el-Obeid, memicu kekhawatiran internasional akan kemungkinan terulangnya kekejaman massal seperti yang terjadi di el-Fasher, Darfur. Menurut data pemantau dan saksi mata, konsentrasi kendaraan lapis baja dan personel RSF meningkat selama beberapa hari terakhir, menutup jalur-jalur utama menuju kota.

Sumber lokal menyebutkan bahwa pengungsi mulai arus keluar dari el-Obeid, dengan keluarga-keluarga meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman. Hingga laporan ini ditulis, LSM hak asasi manusia dan beberapa pejabat PBB memperingatkan bahwa eskalasi tersebut berisiko tinggi menyebabkan kejahatan berat terhadap warga sipil. Klaim-klaim awal tentang penjarahan dan serangan terhadap pemukiman masih belum dapat diverifikasi secara independen.

Para pengamat internasional juga mempertanyakan apakah sanksi yang ditujukan pada pihak-pihak terkait masih dapat mencegah pertumpahan darah lebih lanjut. Beberapa diplomat mengatakan bahwa tekanan ekonomi dan diplomatik mungkin menunda atau mengurangi operasi militer, namun langkah tersebut menghadapi batasan implementasi dan kemungkinan efek terbatas dalam jangka pendek. Hingga kini, belum ada bukti kuat bahwa sanksi saja dapat menghentikan pasukan yang telah berada dalam posisi menyerang.

Berdasarkan laporan organisasi kemanusiaan, kebutuhan bantuan mendesak meningkat apabila konflik meluas, termasuk kebutuhan makanan, air bersih, dan tempat tinggal bagi puluhan ribu orang. Menurut data rumah sakit daerah, kapasitas layanan medis di wilayah itu sudah terbatas, dan para tenaga medis khawatir bahwa akses ke pasien akan semakin terhambat bila kekerasan meningkat.

Komunitas internasional menyerukan langkah pencegahan dan dialog segera untuk mengurangi risiko kekerasan. Namun, Sumber lokal menyebutkan ada ketakutan bahwa serangan terkoordinasi bisa terjadi cepat dan menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi independen mengenai insiden besar yang dilaporkan di beberapa desa sekitar el-Obeid.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi lapangan dan perkembangan terbaru, serta akan mengupdate laporan ini apabila bukti baru tersedia. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim yang beredar di media sosial dan beberapa sumber lokal mengenai serangan yang lebih luas.

Photo by: Speak Media Uganda, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.