Di Gaza, Sukacita Idul Adha Menjadi Bentuk Perlawanan Mantan Presiden Yaman Abdrabbuh Mansur Hadi Gugur di Riyadh Israel Rencana Perluas Kontrol atas Gaza dalam Beberapa Bulan Mendatang Self-engineered decay: Mengapa runtuhnya politik Israel tak terpisahkan dari kejahatan perang Krisis Timur Tengah: Trump Peringatkan Akan ‘Menyelesaikan Pekerjaan’ Saat AS dan Iran Bertukar Serangan Shoigu: Penempatan Infrastruktur Militer AS dan NATO di Afghanistan Tidak Dapat Diterima Diplomat Tinggi UE: Tidak Menguntungkan Jika Perang terhadap Iran Berlanjut Beberapa Kasus Kekerasan Pemukim pada Hari Pertama Idul Adha, Ibu dan Anak Dipukul Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS AS Lakukan Serangan ‘Defensif’, Tembak Jatuh 4 Drone dan Sasar Pusat Komando di Bandar Abbas Di Gaza, Sukacita Idul Adha Menjadi Bentuk Perlawanan Mantan Presiden Yaman Abdrabbuh Mansur Hadi Gugur di Riyadh Israel Rencana Perluas Kontrol atas Gaza dalam Beberapa Bulan Mendatang Self-engineered decay: Mengapa runtuhnya politik Israel tak terpisahkan dari kejahatan perang Krisis Timur Tengah: Trump Peringatkan Akan ‘Menyelesaikan Pekerjaan’ Saat AS dan Iran Bertukar Serangan Shoigu: Penempatan Infrastruktur Militer AS dan NATO di Afghanistan Tidak Dapat Diterima Diplomat Tinggi UE: Tidak Menguntungkan Jika Perang terhadap Iran Berlanjut Beberapa Kasus Kekerasan Pemukim pada Hari Pertama Idul Adha, Ibu dan Anak Dipukul Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS AS Lakukan Serangan ‘Defensif’, Tembak Jatuh 4 Drone dan Sasar Pusat Komando di Bandar Abbas

أصوات من غزة.. Terkait Pengulangan Pengungsian bagi Generasi Penyintas Nakba Pertama

Admin May 16, 2026 at 17:04
أصوات من غزة.. Terkait Pengulangan Pengungsian bagi Generasi Penyintas Nakba Pertama

Berdasarkan laporan media internasional dan keterangan saksi di lapangan, peringatan 78 tahun Nakba pada 1948 dirasakan kembali sebagai pengulangan tragedi bagi warga Gaza yang kini menghadapi pengungsian massal.

Menurut data yang dikutip, konflik terbaru telah membuat sekitar 90% dari 2 juta penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal dan banyak keluarga terpaksa mengungsi berulang kali ke kamp-kamp yang penuh sesak. Menurut data, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan gugur dalam konflik ini, sementara banyak kawasan perkotaan dan arsip keluarga yang menyimpan catatan sejarah hancur sehingga memicu ketakutan atas pemutusan jejak identitas dan klaim tanah.

Sumber lokal menyebutkan bahwa penghancuran infrastruktur tidak hanya menyebabkan krisis kemanusiaan, tetapi juga menggugurkan dokumen-dokumen penting dan catatan keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warga lanjut usia yang hidup sejak Nakba pertama menceritakan bahwa skala kehancuran dan ketidakpastian saat ini melebihi pengalaman pengungsian mereka pada 1948.

Berdasarkan laporan, Israel kini menguasai sekitar 60% wilayah Gaza menurut penghitungan tertentu, sehingga banyak keluarga merasa tidak ada tempat aman untuk kembali. Pengungsian berulang membawa dampak psikologis dan sosial yang mendalam, terutama bagi generasi yang pernah mengalami pengusiran massal pada awal perang pada 1948.

Sumber lokal menyebutkan juga adanya serangan udara di lingkungan Rimal, Gaza City, yang menimpa sebuah bangunan tempat tinggal. Menurut laporan awal, ada korban jiwa dan luka, tetapi detail jumlah belum jelas. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah korban dan konteks serangan tersebut; tim redaksi masih memverifikasi informasi ini.

Hingga laporan ini ditulis, situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk dengan arus pengungsi yang terus bertambah dan akses bantuan yang terbatas. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim terkait target serangan dan jumlah korban dari berbagai sumber di lapangan. Kami akan memperbarui laporan ini seiring konfirmasi tambahan diterima.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.