Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

Syria Tolak Kewajiban Tambahan soal Oksida Nitrogen Sebelum Studi Menyeluruh

Admin July 17, 2026 at 03:08
Syria Tolak Kewajiban Tambahan soal Oksida Nitrogen Sebelum Studi Menyeluruh

Berdasarkan laporan dari Kementerian Administrasi Lokal dan Lingkungan Suriah, delegasi Suriah menegaskan penolakan terhadap pemberlakuan kewajiban tambahan terkait oksida nitrous (N₂O) sebelum dilakukan studi teknis, kelembagaan, dan finansial yang komprehensif, dengan mempertimbangkan kondisi negara berkembang dan kebutuhan mereka.

Menurut data yang disampaikan dalam pertemuan Open-ended Working Group (OEWG) terkait Protokol Montreal di Thailand, Suriah menyatakan kekhawatiran bahwa pembatasan tanpa kajian penuh dapat merugikan produksi pertanian dan ketahanan pangan di negara-negara berkembang. Delegasi tersebut mendorong pendekatan berbasis pembangunan kapasitas dan transfer teknologi sebagai alternatif daripada penerapan kewajiban baru.

Sumber lokal menyebutkan bahwa posisi Suriah sejajar dengan beberapa negara Arab lainnya, termasuk Saudi Arabia, Bahrain, Qatar, dan Lebanon, serta menyambut penarikan proposal terkait oleh Lesotho. Pernyataan tentang sinkronisasi posisi antarnegara tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada keputusan akhir terkait perubahan kewajiban dalam protokol; Tim redaksi masih memverifikasi rincian pernyataan resmi dan dokumentasi pertemuan. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh rincian yang berkaitan dengan pembicaraan internal delegasi dan dampak teknis maupun finansial yang diperkirakan.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.