Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Rubio: Tercapai Kesepakatan dengan Iran Masih Mungkin Meski Serangan AS Mengancam Gencatan Senjata

Admin May 26, 2026 at 12:04
Rubio: Tercapai Kesepakatan dengan Iran Masih Mungkin Meski Serangan AS Mengancam Gencatan Senjata

Berdasarkan laporan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan hari ini bahwa tercapainya kesepakatan dengan Iran masih mungkin meskipun terdapat serangan baru-baru ini yang dilakukan Amerika Serikat dan yang menurutnya mengancam gencatan senjata yang rapuh antara kedua belah pihak.

Menurut data dari beberapa sumber internasional, termasuk laporan negosiasi tingkat tinggi yang berkembang di Qatar, ada pembicaraan mengenai kerangka kerja yang mencakup jangka waktu 60 hari untuk menyelesaikan beberapa poin kunci: pembukaan kembali Selat Hormuz, penguraian bahan uranium yang diperkaya oleh Iran, serta pencabutan blokade angkatan laut dan pelonggaran sanksi secara bertahap.

Sumber lokal menyebutkan bahwa serangkaian serangan terbaru menimbulkan korban dan kerusakan infrastruktur di beberapa titik, namun rincian jumlah dan identitas korban masih belum jelas. Belum dapat diverifikasi secara independen laporan mengenai skala korban maupun pihak-pihak yang terdampak.

Menurut data tambahan, pihak Iran sendiri merendahkan ekspektasi terkait adanya kesepakatan yang “segera” meskipun unsur-unsur kesepakatan sedang dibahas. Beberapa isu substantif — termasuk mekanisme pembuangan uranium yang sangat diperkaya, pelepasan dana beku, dan urutan pencabutan sanksi — diperkirakan tetap menjadi hambatan utama dalam perundingan.

Hingga laporan ini ditulis, negosiasi masih berlangsung dan pejabat AS menegaskan kesiapan untuk menggunakan jalur diplomasi sebagai prioritas, meskipun kemungkinan pilihan lain tetap dibuka jika pembicaraan gagal. Dampak geopolitik dari perkembangan ini telah mempengaruhi pasar energi global dan menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya eskalasi militer.

Belum dapat diverifikasi secara independen pernyataan lanjutan dari pihak-pihak terkait mengenai rincian paket perjanjian. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan akan memberikan pembaruan ketika konfirmasi resmi tersedia.

Photo by: Tawseef Ahmad, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.