Qatar Peringatkan Agar Selat Hormuz Tak Dijadikan ‘Bargaining Chip’
Berdasarkan laporan Anadolu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani memperingatkan agar Selat Hormuz tidak dijadikan ‘bargaining chip’ dalam percakapan teleponnya dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Minggu. Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar, kedua pejabat meninjau upaya-upaya untuk mencapai perdamaian serta meningkatkan keamanan dan stabilitas regional.
Sheikh Mohammed menegaskan dukungan penuh Qatar terhadap upaya mencapai kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri krisis, dan menekankan perlunya semua pihak merespons secara positif terhadap upaya mediasi ‘dengan cara yang berkontribusi pada tercapainya perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan.’ Pernyataan itu juga menegaskan bahwa kebebasan navigasi merupakan prinsip yang teguh dan tidak terbuka untuk negosiasi sebagai alat tawar.
Menurut data yang dirilis oleh kementerian, pembicaraan tersebut juga membahas langkah-langkah praktis untuk memastikan arus maritim tetap aman bagi kapal-kapal sipil dan komersial. Pernyataan resmi Qatar menyerukan agar isu-isu keamanan maritim tidak digunakan untuk kepentingan politik atau diplomatik yang dapat meningkatkan ketegangan.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Tehran terhadap pernyataan tersebut. Klaim terkait pembatasan atau pungutan di Selat Hormuz yang sempat beredar juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Sumber lokal menyebutkan upaya mediasi antara berbagai aktor regional dan internasional masih berlangsung, namun detail-detail kesepakatan potensial belum dipublikasikan. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan akan memperbarui laporan bila ada konfirmasi lebih lanjut.
Photo by: Ramaz Bluashvili, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship