Self-engineered decay: Mengapa runtuhnya politik Israel tak terpisahkan dari kejahatan perang Krisis Timur Tengah: Trump Peringatkan Akan ‘Menyelesaikan Pekerjaan’ Saat AS dan Iran Bertukar Serangan Shoigu: Penempatan Infrastruktur Militer AS dan NATO di Afghanistan Tidak Dapat Diterima Diplomat Tinggi UE: Tidak Menguntungkan Jika Perang terhadap Iran Berlanjut Beberapa Kasus Kekerasan Pemukim pada Hari Pertama Idul Adha, Ibu dan Anak Dipukul Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS AS Lakukan Serangan ‘Defensif’, Tembak Jatuh 4 Drone dan Sasar Pusat Komando di Bandar Abbas Direktur Air Deir ez-Zor Ungkap Perkembangan Terbaru Banjir Sungai Efrat dan Rencana Antisipasi AS Memasukkan Kembali Pakar PBB Francesca Albanese ke Daftar Sanksi Tiga Ledakan Didengar Dekat Bandar Abbas, Pertahanan Udara Iran Diaktifkan Self-engineered decay: Mengapa runtuhnya politik Israel tak terpisahkan dari kejahatan perang Krisis Timur Tengah: Trump Peringatkan Akan ‘Menyelesaikan Pekerjaan’ Saat AS dan Iran Bertukar Serangan Shoigu: Penempatan Infrastruktur Militer AS dan NATO di Afghanistan Tidak Dapat Diterima Diplomat Tinggi UE: Tidak Menguntungkan Jika Perang terhadap Iran Berlanjut Beberapa Kasus Kekerasan Pemukim pada Hari Pertama Idul Adha, Ibu dan Anak Dipukul Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS AS Lakukan Serangan ‘Defensif’, Tembak Jatuh 4 Drone dan Sasar Pusat Komando di Bandar Abbas Direktur Air Deir ez-Zor Ungkap Perkembangan Terbaru Banjir Sungai Efrat dan Rencana Antisipasi AS Memasukkan Kembali Pakar PBB Francesca Albanese ke Daftar Sanksi Tiga Ledakan Didengar Dekat Bandar Abbas, Pertahanan Udara Iran Diaktifkan

Putin Bertemu Xi: Mengapa Rusia dan China Saling Membutuhkan

Admin May 20, 2026 at 07:04
Putin Bertemu Xi: Mengapa Rusia dan China Saling Membutuhkan

Berdasarkan laporan Associated Press dan media internasional lainnya, Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing untuk pertemuan dua hari dengan Presiden China Xi Jinping, kedatangan yang diumumkan sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan ibu kota China.

Menurut data yang dikumpulkan dari beberapa sumber, kunjungan ini dimaksudkan untuk menegaskan kembali hubungan strategis dan ekonomi yang disebut kedua pihak sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya”, termasuk kerja sama di bidang energi seperti minyak dan gas. Pertemuan tersebut juga bertepatan dengan peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan Sino-Rusia, yang memberi kerangka simbolis bagi penguatan hubungan bilateral.

Hingga laporan ini ditulis, para pemimpin diperkirakan akan membahas akses pasar, pasokan energi, dan kerja sama teknologi. Sebagian analis menilai hubungan ini menjadi penting bagi Rusia yang semakin terisolasi akibat konflik di Ukraina, sementara bagi China kemitraan dengan Moskow berfungsi sebagai penyeimbang pengaruh Barat sekaligus sumber pasokan energi dan komponen industri kritis.

Sumber lokal menyebutkan langkah-langkah keamanan yang ketat di sekitar lokasi pertemuan, namun rincian perjanjian teknis maupun angka-angka transaksi belum diumumkan secara resmi. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah akan ada kesepakatan energi jangka panjang atau penandatanganan jumlah investasi tertentu selama kunjungan ini.

Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar di media sosial terkait isi pertemuan dan reaksi pasar. Laporan resmi dari kedua pemerintahan diharapkan akan memberikan keterangan rinci setelah pertemuan selesai.

Photo by: www.kaboompics.com, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.