Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Penggusuran di Khartoum Membuat Ribuan Tunawisma Saat Kampanye Pengusiran ‘Bersponsor Negara’ Meluas

Admin June 15, 2026 at 23:06
Penggusuran di Khartoum Membuat Ribuan Tunawisma Saat Kampanye Pengusiran ‘Bersponsor Negara’ Meluas

Berdasarkan laporan, kampanye pembongkaran besar-besaran di seluruh Negara Bagian Khartoum telah memaksa ratusan ribu penduduk kehilangan tempat tinggal dan meninggalkan ribuan orang tunawisma. Aksi pembongkaran yang dilaporkan berlangsung di sejumlah permukiman padat penduduk, termasuk area-area yang sebelumnya menjadi tempat tinggal keluarga yang sudah lama menetap.

Menurut data yang beredar di media lokal dan laporan LSM kemanusiaan, rumah-rumah dihancurkan dan lahan tempat tinggal digusur dengan cepat dalam beberapa pekan terakhir. Sumber lokal menyebutkan bahwa bulldozer dan kendaraan lapis baja terlihat mengawal operasi pembongkaran, sementara warga yang kehilangan rumah kerap tidak diberi alternatif relokasi atau kompensasi yang memadai.

Hingga laporan ini ditulis, angka pasti pengungsi dan kerusakan materiil masih beragam antar sumber: beberapa organisasi menyatakan jumlah yang terekam mencapai ratusan ribu orang terdampak, sementara otoritas setempat menyajikan angka yang jauh lebih rendah. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tentang alasan resmi penggusuran dan apakah tindakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan perencanaan kota atau kampanye pengusiran yang lebih luas.

Saksi mata dan aktivis mengatakan operasi itu tampak terkoordinasi dan meluas, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa ini adalah kampanye pengusiran yang disponsori negara untuk mengosongkan kawasan tertentu. Beberapa keluarga dilaporkan kehilangan dokumen kepemilikan dan harta benda ketika rumah mereka dihancurkan.

Laporan juga menyebutkan adanya korban luka dan beberapa laporan tentang korban jiwa, namun rincian mengenai jumlah dan identitas korban masih belum jelas. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tentang korban dan motif di balik pembongkaran tersebut.

Kasus ini memicu kecaman dari kelompok-kelompok kemanusiaan yang menyerukan akses bantuan darurat, perlindungan bagi pengungsi internal, dan penyelidikan internasional terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Hingga kini, bantuan kemanusiaan sulit menjangkau beberapa area karena kondisi keamanan dan pembatasan akses terhadap organisasi bantuan.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ada perintah resmi dari pemerintah pusat atau otoritas regional yang memerintahkan penggusuran massal ini. Sumber lokal menyebutkan adanya tekanan langsung terhadap penduduk yang menolak hengkang. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen, video, dan kesaksian yang beredar di lapangan.

Redaksi akan terus mengikuti perkembangan dan memperbarui laporan setelah memperoleh konfirmasi tambahan dari sumber independen dan organisasi kemanusiaan di lapangan.

Photo by: Abd Alrhman Al Darra, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.