Milshtein: Pembunuhan Ber-target Tidak Menjatuhkan Organisasi Perlawanan, Malah Dorong Reorganisasi
Berdasarkan laporan terjemahan khusus jaringan Quds, mantan pejabat intelijen Israel Mikhail Milshtein menyatakan bahwa pembunuhan ber-target tidak serta merta menjatuhkan organisasi perlawanan, melainkan mendorong mereka untuk berbenah dan melakukan reorganisasi.
Menurut data yang dikutip Milshtein, operasi yang menewaskan atau membuat gugur sejumlah komandan lapangan — termasuk pemimpin militer sayap Hamas, Izz al-Din al-Haddad, yang dilaporkan gugur dalam serangan udara — dianggap sebagai “pencapaian penting” oleh pihak pendudukan. Namun, Milshtein mengingatkan bahwa pencapaian taktis semacam itu kerap gagal melumpuhkan struktur jangka panjang kelompok perlawanan.
Sumber lokal menyebutkan bahwa meskipun beberapa tokoh tinggi gugur, jaringan rekrutmen dan infrastruktur militer terus bergerak, dengan upaya konsolidasi di tingkat lokal dan lapangan. Hingga laporan ini ditulis, kelompok-kelompok di Gaza dan wilayah lain dilaporkan masih melakukan rekrutmen dan penataan ulang komando.
Analisis Milshtein, yang dikutip oleh media, menegaskan bahwa tindakan pembunuhan ber-target dapat mempercepat proses adaptasi lawan: kehilangan kader senior kerap memaksa organisasi untuk menyebarkan kepemimpinan, mengubah taktik, dan mempercepat regenerasi komando daripada menyebabkan kehancuran total.
Beberapa kolom opini Israel menilai operasi-operasi ini sebagai kemenangan taktis yang penting bagi narasi politik dalam negeri, tetapi menyatakan bahwa tanpa solusi politik yang jelas, tindakan militer semata tidak akan mengakhiri konflik. Klaim-klaim mengenai dampak strategis jangka panjang dan jumlah korban pihak-pihak terkait belum dapat diverifikasi secara independen.
Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah rincian, termasuk kronologi lengkap serangan dan pernyataan resmi dari semua pihak terkait.
Photo by: Ahmed akacha, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship