Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan Dukungan Internasional Menguat untuk Venezuela Setelah Gempa Mematikan Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan Siria dan Jepang Bahas Penguatan Hubungan Ekonomi Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan Dukungan Internasional Menguat untuk Venezuela Setelah Gempa Mematikan Menteri Luar Negeri Yaman: Siap Eskalasi jika Houthi Terus Tekan Siria dan Jepang Bahas Penguatan Hubungan Ekonomi

Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel

Admin July 28, 2026 at 16:03
Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel

Berdasarkan laporan media Israel Yedioth Ahronoth, pasukan Israel terus memperluas wilayah yang disebut “zona kuning” di Jalur Gaza dengan memindahkan penghalang beton berwarna kuning lebih jauh ke arah barat, sehingga mempersempit ruang gerak warga sipil dan memicu gelombang pengungsian baru.

Menurut data yang dikutip oleh media tersebut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel kini menguasai sekitar 70 persen wilayah enclave Gaza. Laporan menyebutkan perluasan penghalang beton itu berlangsung dalam 24 jam terakhir di sebelah timur Kota Gaza, dekat Jalan Salah al-Din, dan menciptakan perimeter keamanan yang lebih luas bagi posisi maju pasukan Israel dan pemukiman di dekatnya.

Sumber lokal menyebutkan penempatan blok-blok beton baru mendorong ribuan warga sipil untuk meninggalkan rumah mereka dan bergerak lebih jauh ke arah pantai, di mana kebanyakan pengungsian sebelumnya berkonsentrasi. Aksi ini, menurut laporan, dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Hamas sekaligus memperluas zona keamanan bagi operasi militer.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada angka pasti korban jiwa atau jumlah pengungsi yang dapat dipastikan secara independen; berbagai perkiraan lokal menyebutkan angka pengungsi bertambah signifikan dalam beberapa hari terakhir. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim terkait luas wilayah yang kini dikendalikan dan dampak langsung terhadap infrastruktur sipil.

Sumber lokal menyebutkan pula bahwa pergeseran “garis kuning” mengurangi akses warga terhadap layanan dasar dan rute evakuasi, meningkatkan risiko kemanusiaan di kawasan yang sudah padat penduduk. Tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan detail mengenai lokasi pasti pemindahan blok beton, jumlah pasti pengungsi, serta adanya korban jiwa.

Pihak berwenang Israel belum merilis data terperinci yang dapat diverifikasi oleh sumber internasional pada saat ini. Laporan-laporan di media Israel menggambarkan langkah itu sebagai bagian dari upaya untuk menekan infrastruktur Hamas serta menjaga posisi-pos keamanan, sementara sumber-sumber Palestina menyatakan tindakan tersebut semakin memperparah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.