Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel
Berdasarkan laporan media Israel Yedioth Ahronoth, pasukan Israel terus memperluas wilayah yang disebut “zona kuning” di Jalur Gaza dengan memindahkan penghalang beton berwarna kuning lebih jauh ke arah barat, sehingga mempersempit ruang gerak warga sipil dan memicu gelombang pengungsian baru.
Menurut data yang dikutip oleh media tersebut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel kini menguasai sekitar 70 persen wilayah enclave Gaza. Laporan menyebutkan perluasan penghalang beton itu berlangsung dalam 24 jam terakhir di sebelah timur Kota Gaza, dekat Jalan Salah al-Din, dan menciptakan perimeter keamanan yang lebih luas bagi posisi maju pasukan Israel dan pemukiman di dekatnya.
Sumber lokal menyebutkan penempatan blok-blok beton baru mendorong ribuan warga sipil untuk meninggalkan rumah mereka dan bergerak lebih jauh ke arah pantai, di mana kebanyakan pengungsian sebelumnya berkonsentrasi. Aksi ini, menurut laporan, dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Hamas sekaligus memperluas zona keamanan bagi operasi militer.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada angka pasti korban jiwa atau jumlah pengungsi yang dapat dipastikan secara independen; berbagai perkiraan lokal menyebutkan angka pengungsi bertambah signifikan dalam beberapa hari terakhir. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim terkait luas wilayah yang kini dikendalikan dan dampak langsung terhadap infrastruktur sipil.
Sumber lokal menyebutkan pula bahwa pergeseran “garis kuning” mengurangi akses warga terhadap layanan dasar dan rute evakuasi, meningkatkan risiko kemanusiaan di kawasan yang sudah padat penduduk. Tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan detail mengenai lokasi pasti pemindahan blok beton, jumlah pasti pengungsi, serta adanya korban jiwa.
Pihak berwenang Israel belum merilis data terperinci yang dapat diverifikasi oleh sumber internasional pada saat ini. Laporan-laporan di media Israel menggambarkan langkah itu sebagai bagian dari upaya untuk menekan infrastruktur Hamas serta menjaga posisi-pos keamanan, sementara sumber-sumber Palestina menyatakan tindakan tersebut semakin memperparah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza.
Photo by: Hosny salah, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel