AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre

Menteri Saudi Kecam Keras Ikhwanul Muslimin

Admin May 14, 2026 at 19:04
Menteri Saudi Kecam Keras Ikhwanul Muslimin

Berdasarkan laporan, Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Saudi, Sheikh Abdul Latif Al-Sheikh, melancarkan kecaman tajam terhadap kelompok Ikhwanul Muslimin. Dalam sebuah unggahan di X pada Rabu, Al-Sheikh menyatakan, “Demi Allah Yang Maha Kuasa, mereka yang berafiliasi dengan partai penipuan, penghianatan dan kelicikan menempuh segala jalan untuk meraih kekuasaan dan mencapai apa yang dijanjikan kepada mereka oleh mereka yang membunuh bangsa, menghancurkan negara dan mencuri kekayaan.”

Menurut data dari unggahan tersebut, Al-Sheikh menuduh kelompok itu menggunakan “janji-janji besar” soal reformasi, organisasi, dan peningkatan kesejahteraan untuk memenangkan kepercayaan para penunjuk atau pendukung mereka, padahal menurutnya mereka justru menghasut rakyat, memicu kerusuhan dan mengobarkan perselisihan untuk merusak bangsa.

Hingga laporan ini ditulis, pernyataan menteri tersebut masih menjadi sorotan publik dan menimbulkan beragam reaksi. Belum dapat diverifikasi secara independen semua tuduhan dan interpretasi yang dikemukakan dalam unggahan itu. Sumber lokal menyebutkan adanya respons beragam di kalangan masyarakat dan pengamat politik di wilayah tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan konteks yang lebih luas terkait pernyataan tersebut.

Pernyataan Al-Sheikh ini datang di tengah ketegangan politik regional dan diskursus panjang mengenai peran dan status Ikhwanul Muslimin di beberapa negara Arab. Sumber: Middle East Monitor.

Photo by: Alexander F Ungerer, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.