Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

Mantan Menteri Energi Sudan Serukan Piagam Energi Nasional untuk Membangun Kembali Negara dan Cegah Fragmentasi

Admin May 20, 2026 at 10:04
Mantan Menteri Energi Sudan Serukan Piagam Energi Nasional untuk Membangun Kembali Negara dan Cegah Fragmentasi

Berdasarkan laporan Radio Dabanga, mantan Menteri Energi Sudan Eng Khairy Abdelrahman Ahmed menyerukan pembentukan “Piagam Energi Nasional” sebagai langkah strategis untuk membangun kembali negara dan mencegah fragmentasi wilayah akibat konflik berkepanjangan.

Menurut data yang dikutip dalam laporan, Khairy menekankan pentingnya kesepakatan nasional yang mengatur pemanfaatan sumber daya energi, distribusi listrik, serta perlindungan dan perbaikan infrastruktur kritis. Ia menyatakan piagam tersebut harus menjadi dasar bagi kebijakan terpadu yang mengakomodasi kepentingan berbagai wilayah dan kelompok masyarakat.

Sumber lokal menyebutkan bahwa sebagian besar jaringan listrik dan fasilitas energi telah mengalami kerusakan sejak eskalasi konflik, sehingga kebutuhan rekonstruksi menjadi mendesak. Khairy juga menyerukan keterlibatan komunitas internasional untuk mendukung program rehabilitasi dan investasi jangka panjang.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada respons resmi dari pemerintahan saat ini mengenai rincian piagam yang diusulkan atau mekanisme pelaksanaannya. Beberapa pengamat menilai inisiatif itu bisa menjadi langkah penting untuk mencegah pemecahan administratif dan kontrol sumber daya yang lebih luas.

Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim terkait besaran kerusakan dan rencana pendanaan yang disebutkan dalam pernyataan Khairy. Tim redaksi masih memverifikasi detail lebih lanjut dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pihak berwenang untuk menindaklanjuti usulan tersebut.

Laporan asli mengenai pernyataan Eng Khairy Abdelrahman Ahmed dipublikasikan oleh Radio Dabanga.

Photo by: Defrino Maasy, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.