Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon

Liberman: Netanyahu Menarik Israel Menuju ‘Perang Saudara’

Admin June 26, 2026 at 16:07
Liberman: Netanyahu Menarik Israel Menuju ‘Perang Saudara’

Berdasarkan laporan dari The Jerusalem Post dan pernyataan politisi Avigdor Liberman di platform X, mantan menteri pertahanan Israel itu menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang “menarik Negara Israel ke dalam perang saudara” demi mempertahankan kekuasaan.

Menurut data yang dipublikasikan, Liberman menulis bahwa “pemerintah (Benjamin Netanyahu) menarik Negara Israel ke dalam perang saudara — hanya untuk berpegangan pada kekuasaan beberapa hari lagi.” Pernyataan itu disertai unggahan foto yang menunjukkan seorang petugas polisi dikelilingi oleh massa pemrotes Haredi yang menentang wajib militer; dalam foto terlihat petugas tersebut seolah memohon agar dibiarkan pergi. Sumber lokal menyebutkan insiden itu memicu kecaman luas atas metode protes yang dianggap intimidatif.

Menurut data dari tulisan opini dan analisis di media Israel, termasuk komentar Ben Caspit dan ulasan di Haaretz, para pengamat menilai tuduhan Liberman bagian dari kritik yang lebih luas terhadap strategi politik Netanyahu. Kritik tersebut menuduh Netanyahu menukar stabilitas nasional dan penegakan kewajiban militer demi dukungan politik dari kelompok-kelompok garis keras dan partai ultra-Ortodoks, serta untuk memperpanjang masa jabatannya di tengah tekanan hukum dan politik.

Selain itu, beberapa laporan menyebutkan dampak sosial yang lebih luas: meningkatnya ketegangan internal, tekanan psikologis pada aparat keamanan, dan gangguan pada kohesi masyarakat. Menurut data, konflik politik dan unjuk rasa yang berkepanjangan juga berkaitan dengan lonjakan masalah kesehatan mental dan ketidakstabilan sosial yang dilaporkan oleh organisasi lokal.

Hingga laporan ini ditulis, klaim Liberman dan beberapa tuduhan terhadap kebijakan pemerintahan Netanyahu belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi kronologi kejadian, konteks foto yang beredar, dan pernyataan pihak-pihak terkait.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ada korban jiwa dalam insiden protes yang digambarkan; laporan soal luka atau tewas yang beredar belum dikonfirmasi oleh sumber resmi. Sumber lokal menyebutkan suasana tegang dan beberapa bentrokan terbatas, namun rincian resmi belum dipublikasikan.

Tim redaksi masih memverifikasi perkembangan selanjutnya dan akan memperbarui berita ini bila informasi tambahan dari sumber resmi tersedia.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.