AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre

Menjelang Pengesahan Hukuman Mati, Knesset Akan Memvoting Pembentukan Pengadilan Militer Khusus untuk “مقاومي النخبة”

Admin May 11, 2026 at 21:03
Menjelang Pengesahan Hukuman Mati, Knesset Akan Memvoting Pembentukan Pengadilan Militer Khusus untuk “مقاومي النخبة”

Berdasarkan laporan متابعة قدس الإخبارية, Knesset Israel dijadwalkan memvoting pada sesi kedua dan ketiga hari ini sebuah rancangan undang-undang yang mengusulkan pembentukan pengadilan militer khusus untuk menuntut kaum yang digambarkan sebagai “مقاومي النخبة” (mukawim al-nukhba). Menurut data dari beberapa media Israel, rancangan itu memberi wewenang khusus kepada pengadilan untuk menangani perkara-perkara terkait serangan 7 Oktober dan memungkinkan penerapan hukuman mati bagi terdakwa atas kejahatan tertentu seperti pembunuhan dan kekerasan seksual.

Sumber lokal menyebutkan pemungutan suara akan berlangsung dengan tujuan mempercepat proses peradilan yang digambarkan oleh para pendukungnya sebagai upaya untuk menegakkan akuntabilitas atas serangkaian serangan besar. Rancangan undang-undang itu juga dilaporkan mengatur beberapa ketentuan prosedural: pengelompokan sidang berdasarkan lokasi serangan, penggunaan kesaksian video untuk terdakwa, serta jaminan banding otomatis untuk putusan hukuman mati. Hingga laporan ini ditulis, belum ada keputusan final dari Knesset.

Beberapa laporan asing, termasuk analisis singkat dari Ynet News dan The Jerusalem Post, menyebutkan rancangan tersebut bertujuan menangani jumlah besar kasus sekaligus menegaskan hak-hak korban dengan menyebut kemungkinan persidangan yang disiarkan publik. Tim redaksi masih memverifikasi rincian teknis terkait mekanisme pembuktian dan jaminan hukum internasional yang akan diterapkan.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah pembentukan pengadilan ini telah mendapat konsensus luas di antara faksi-faksi Knesset atau akan menghadapi tantangan hukum di pengadilan tinggi Israel. Sumber lokal menyebutkan pula bahwa pihak-pihak yang menentang khawatir terhadap implikasi hak asasi dan standar peradilan yang berbeda dari praktik biasa. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi dari pemerintah Israel dan kementerian terkait.

Hingga laporan ini ditulis, proses legislasi sedang berlangsung dan hasil pemungutan suara belum diumumkan secara resmi. Tim redaksi masih memverifikasi semua klaim dan akan memperbarui berita ini setelah ada konfirmasi independen dari sumber resmi.

Photo by: Faruk Yıldız, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.