Israel Umumkan Rencana Perluasan Permukiman Ilegal di Tepi Barat yang Diduduki
Berdasarkan laporan Anadolu yang dikutip Al Jazeera, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengumumkan rencana pembangunan 763 unit hunian baru di pemukiman Eli, selatan Nablus, di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Menurut data yang disampaikan Smotrich kepada Channel 14 Israel, pemerintah berencana melanjutkan pembangunan perkebunan pemukim dan komunitas baru. Perluasan yang direncanakan diperkirakan akan melipatgandakan ukuran pemukiman Eli dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut data lain yang disampaikan pejabat Israel, kabinet keamanan negara sebelumnya menyetujui anggaran senilai US$434 juta untuk mendirikan 34 pemukiman baru di Tepi Barat yang diduduki.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pengumuman itu datang sehari setelah terjadi kekerasan di dekat desa Tal (Tell), barat daya Nablus. Dalam insiden tersebut, empat warga Palestina gugur saat berupaya menghadang pemukim dan serbuan tentara Israel. Menurut laporan lain, bentrokan yang terkait operasi keamanan di wilayah itu menewaskan dua tentara Israel dan menyebabkan puluhan penangkapan.
Hingga laporan ini ditulis, rincian lebih lanjut tentang izin resmi, lokasi pasti unit-unit hunian baru, dan jadwal pembangunan belum diumumkan secara lengkap oleh pihak berwenang Israel. Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana anggaran yang disebutkan akan terealisasi atau dampak langsungnya terhadap komunitas Palestina setempat.
Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi pemerintah Israel, klaim terkait korban, dan informasi lapangan tambahan. Sumber lokal dan laporan media internasional menjadi dasar pemberitaan ini, namun konfirmasi terpisah dari pihak berwenang dan pengamat independen masih dinantikan.
Photo by: George 🦅, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel