Presiden Suriah Tolak Intervensi Militer di Lebanon, Dukung Monopoli Senjata oleh Negara
Berdasarkan laporan dari Anadolu Agency, Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa menyatakan bahwa Damaskus tidak berniat melakukan intervensi militer di Lebanon, namun siap menawarkan sejumlah opsi kepada pemerintah Lebanon untuk mengatasi krisis yang melanda negara itu.
Menurut data yang disampaikan dalam wawancara dengan program Al-Muqabala di saluran Al Jazeera, al-Sharaa menegaskan “kami tidak mempertimbangkan intervensi militer, tetapi Suriah memiliki beberapa kartu yang bisa ditawarkan kepada negara Lebanon untuk digunakan sesuai kebijakan mereka.” Pernyataan itu mencakup dorongan agar otoritas negara Lebanon menegakkan monopoli atas senjata dan penegakan hukum di seluruh wilayahnya.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Damaskus tengah membahas “berbagai solusi” dengan pemerintah Beirut yang, menurut al-Sharaa, dapat membantu membawa Lebanon ke jalur yang lebih stabil dan memungkinkan negara itu mengambil manfaat dari pemulihan yang kini berlangsung di Suriah. Al-Sharaa juga menyatakan keprihatinan mendalam bahwa kekacauan di Lebanon dapat berdampak negatif bagi keamanan Suriah.
Menurut data lebih lanjut, al-Sharaa menyampaikan bahwa Suriah sedang mengejar kesepakatan keamanan yang potensial dengan Israel sebagai bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas, dengan syarat hak Suriah atas Dataran Tinggi Golan tetap dihormati. Tim redaksi masih memverifikasi rincian terkait negosiasi ini dan implikasinya terhadap proses perdamaian regional.
Dia juga menyebut adanya pembicaraan militer berlanjut dengan Rusia, peningkatan hubungan ekonomi dengan Irak, serta peran Turki yang menurutnya dapat membantu pelonggaran sanksi AS terhadap Damaskus. Klaim-klaim terkait dukungan dan peran pihak ketiga ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga laporan ini ditulis, rincian lengkap mengenai opsi yang ditawarkan Suriah kepada Lebanon serta perkembangan negosiasi keamanan dengan Israel dan pembicaraan militer dengan Rusia belum diumumkan secara resmi oleh semua pihak terkait. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan-pernyataan tersebut dan proses verifikasi terus berlanjut.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah tawaran-tawaran yang disebutkan akan diterima oleh pemerintah Lebanon atau bagaimana reaksi aktor regional dan domestik terhadap pernyataan Presiden al-Sharaa. Redaksi akan memperbarui laporan ini jika ada konfirmasi dan informasi tambahan dari sumber resmi.
Photo by: Baraa Obied, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel