Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Christopher Landau Wakili Pemerintahan AS pada Pelantikan Keiko Fujimori Presiden Suriah Tolak Intervensi Militer di Lebanon, Dukung Monopoli Senjata oleh Negara Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Christopher Landau Wakili Pemerintahan AS pada Pelantikan Keiko Fujimori Presiden Suriah Tolak Intervensi Militer di Lebanon, Dukung Monopoli Senjata oleh Negara

Hamas Tinggalkan Pemerintahan, Bukan Perlawanan: Langkah Taktis di Tengah Tekanan

Admin July 8, 2026 at 02:05
Hamas Tinggalkan Pemerintahan, Bukan Perlawanan: Langkah Taktis di Tengah Tekanan

Berdasarkan laporan, Hamas mengumumkan pembubaran Government Emergency Committee di Jalur Gaza dan menyerahkan administrasi sipil kepada National Committee for the Administration of Gaza (NCAG). Menurut data dari beberapa pernyataan resmi dan sumber internasional, keputusan ini dimaksudkan sebagai reposisi taktis untuk menjaga kelangsungan politik Hamas, mendorong rekonstruksi kesatuan nasional Palestina, dan memastikan kelanjutan perlawanan dalam bentuk yang terpisah antara urusan sipil dan sayap militernya.

Sumber lokal menyebutkan beberapa warga Muslim gugur dan banyak lainnya mengalami luka akibat serangkaian serangan dan bentrokan yang masih berlangsung; klaim angka pasti belum dapat diverifikasi secara independen. Hamas menegaskan tetap berkomitmen pada implementasi perjanjian gencatan senjata dan akan memenuhi tanggung jawabnya sampai transfer administrasi sipil selesai.

Namun reaksi internasional beragam. Menurut data pejabat Israel dan beberapa analis, langkah ini dipandang skeptis dan disebut “manuver” yang bertujuan melepaskan beban pemerintahan sambil mempertahankan struktur militernya — demikian kritik yang menyamakan dengan apa yang disebut sebagai “model Hizbullah”. NCAG saat ini berbasis di Kairo dan, hingga laporan ini ditulis, belum memperoleh izin masuk penuh ke Gaza dari otoritas Israel, sehingga efektivitas transfer kekuasaan masih dipertanyakan.

Di pihak mediasi, negara-negara seperti Mesir, Qatar, Turki dan Amerika Serikat didorong untuk memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan dan memastikan proses administratif berjalan. Hingga laporan ini ditulis, klaim mengenai penyerahan penuh fungsi pemerintahan dan disarmament belum dapat diverifikasi secara independen.

Langkah Hamas dibaca oleh sebagian pihak sebagai upaya bertahan politik dan sosial yang mempertahankan sayap resistensinya, sementara pihak lain menganggapnya langkah untuk membuka ruang diplomasi dan perbaikan kondisi sipil di Gaza. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi serta data korban dan akan memperbarui berita bila ada informasi tambahan yang dapat dikonfirmasi.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.