Guterres Tegaskan Hormati Kedaulatan, Kemerdekaan, dan Keutuhan Wilayah Suriah
Berdasarkan laporan, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan perlunya penghormatan penuh terhadap kedaulatan Republik Arab Suriah, kemerdekaannya, serta kesatuan dan keutuhan wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan selama kunjungan bersejarah Guterres ke Damaskus pada 25 Juli 2026, kunjungan pertama kepala PBB ke Suriah sejak 2009.
Menurut data yang disiarkan oleh beberapa kantor berita internasional, Guterres bertemu dengan Presiden sementara Ahmad al-Sharaa dan menyerukan dukungan internasional untuk upaya rekonstruksi besar-besaran, dengan kebutuhan yang disebut-sebut mencapai sekitar 216 miliar dolar AS. Sumber lokal menyebutkan adanya proyek infrastruktur seperti pipa minyak dari Irak ke pelabuhan Baniyas dan laporan mengenai kembalinya jutaan pengungsi, namun klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga laporan ini ditulis, Guterres juga dikabarkan mengutuk insiden-insiden militer yang terjadi di selatan Suriah dan menegaskan kembali posisi PBB bahwa Dataran Tinggi Golan tetap merupakan wilayah Suriah. Tim redaksi masih memverifikasi rincian yang berkaitan dengan klaim-klaim keamanan dalam negeri, termasuk laporan tentang kekerasan sektarian pasca-perubahan rezim.
Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa angka dan klaim yang beredar di media mengenai skala rekonstruksi dan jumlah pengungsi yang kembali. Sumber lokal menyebutkan pula kunjungan Guterres ke penjara Saydnaya sebagai bagian dari peninjauan situasi kemanusiaan. Tim redaksi masih memverifikasi keterangan resmi dari PBB dan otoritas Suriah terkait pernyataan lengkap yang disampaikan oleh Guterres.
Photo by: Engin Akyurt, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel