Guterres: Setiap Pelanggaran Terhadap Kedaulatan Suriah Tidak Bisa Diterima
Berdasarkan laporan Associated Press pada 25 Juli 2026, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres melakukan kunjungan ke Damaskus — kunjungan kepala PBB pertama ke Suriah sejak 2009 — dan menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah.
Menurut data yang disampaikan selama kunjungan, Guterres menyatakan pelanggaran oleh pihak lain terhadap wilayah tersebut tidak dapat diterima, dan secara tegas menyebut pelanggaran oleh Tel Aviv tidak dapat dibenarkan. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks inspeksi pasukan PBB yang ditempatkan di perbatasan dengan Israel.
Hingga laporan ini ditulis, Guterres dijadwalkan melakukan kunjungan solidaritas selama tiga hari untuk menilai kebutuhan kemanusiaan dan upaya pemulihan setelah perubahan rezim pada 2024. Menurut data resmi yang dikutip selama kunjungan, negara itu menghadapi tantangan besar termasuk tingkat kemiskinan yang tinggi dan kebutuhan rekonstruksi yang sangat besar; Tim redaksi masih memverifikasi angka-angka rinci yang disebutkan.
Sumber lokal menyebutkan ketegangan di sepanjang perbatasan meningkat menyusul beberapa insiden militer, namun rincian tentang insiden-insiden tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Guterres dilaporkan akan meninjau posisi pasukan PBB di perbatasan sebagai bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan.
Berdasarkan laporan, pernyataan PBB juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah sebagai prinsip dasar hukum internasional. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi tambahan dari pihak Israel dan otoritas setempat mengenai insiden perbatasan.
Sumber laporan utama: Associated Press. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang berkaitan dengan insiden di lapangan, dan Tim redaksi masih memverifikasi data tambahan yang disebutkan selama kunjungan.
Photo by: Ivan Hassib, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel