Guterres: Peluang Nyata untuk Membangun Kembali Suriah, PBB Janji Mitra Teguh
Berdasarkan laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sekretaris Jenderal António Guterres menyatakan adanya “peluang nyata” untuk memulai rekonstruksi besar-besaran di Suriah dan menegaskan bahwa PBB akan menjadi “mitra yang teguh” dalam proses tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat Guterres memaparkan rencana awal untuk membantu pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di negara yang dilanda konflik.
Menurut data PBB, kebutuhan rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Suriah tetap sangat besar, dengan jutaan pengungsi yang masih membutuhkan akses ke perumahan, air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan. Guterres menyerukan pencabutan hambatan politik dan sanksi yang menghalangi upaya pemulihan serta mendorong koordinasi internasional yang lebih baik untuk menarik pembiayaan dan teknis bagi proyek-proyek rekonstruksi.
Sumber lokal menyebutkan bahwa warga di beberapa wilayah yang hancur mengharapkan perbaikan jalan, listrik, dan fasilitas kesehatan sebagai prioritas segera. Kelompok-kelompok kemanusiaan juga memperingatkan bahwa tanpa jaminan keamanan dan akses jangka panjang, upaya pembangunan ulang berisiko terhenti.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada komitmen pembiayaan resmi dari sejumlah donor besar yang diumumkan secara publik, dan detail mekanisme pemantauan serta keterlibatan pihak lokal masih terus dibahas. Tim redaksi masih memverifikasi rincian pertemuan dan kesepakatan teknis antara PBB, pemerintah Suriah, dan calon donor internasional.
Guterres menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif dan berfokus pada hak asasi manusia, termasuk memastikan kembalinya pengungsi secara sukarela, aman, dan bermartabat. Belum dapat diverifikasi secara independen bagaimana rencana tersebut akan diselaraskan dengan proses politik yang sedang berlangsung atau apakah ada perubahan posture militer dari aktor regional yang terlibat.
Para pengamat mengatakan bahwa keberhasilan upaya rekonstruksi akan bergantung pada kompromi politik, jaminan keamanan, dan keterlibatan masyarakat lokal. PBB, menurut Guterres, siap memberikan dukungan teknis dan koordinasi: “The UN will be a steadfast partner of Syria in that journey,” ujarnya, seraya meminta komunitas internasional untuk bersatu dalam mendukung proses tersebut.
Sumber resmi PBB dan pernyataan pemerintah Suriah telah dirilis, namun rincian tambahan dan jadwal pelaksanaan proyek masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar dan akan mengabarkan perkembangan setelah informasi diverifikasi.
Photo by: Ahmed akacha, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel