Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Senator Graham Peringatkan Arab Saudi: Konsekuensi Berat Jika Tidak Bergabung ke Abraham Accords

Admin May 25, 2026 at 18:03
Senator Graham Peringatkan Arab Saudi: Konsekuensi Berat Jika Tidak Bergabung ke Abraham Accords

Berdasarkan laporan, Senator Partai Republik Lindsey Graham memperingatkan Arab Saudi dan sejumlah negara lain akan menghadapi “konsekuensi berat” jika mereka menolak bergabung dengan Abraham Accords apabila tercapai kesepakatan antara Teheran dan Washington.

Menurut data dari unggahan Graham di platform X, ia menyatakan bahwa apabila negosiasi yang bertujuan mengakhiri konflik dengan Iran menghasilkan kesepakatan, dan sekutu Arab serta Muslim di kawasan setuju bergabung dengan Abraham Accords, maka perjanjian itu akan menjadi salah satu yang paling bersejarah bagi Timur Tengah. Ia menyebut bergabungnya Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan sebagai hal yang “akan mengubah wajah kawasan dan dunia”, serta menggambarkan langkah tersebut sebagai langkah brilian oleh Presiden AS Donald Trump.

Sumber lokal menyebutkan ada diskusi intens di antara para pemimpin regional terkait kemungkinan bergabungnya negara-negara besar Teluk ke dalam perjanjian normalisasi semacam itu, namun rincian politik dan diplomatiknya masih belum jelas.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada respons resmi dari pemerintah Arab Saudi, Qatar, atau Pakistan yang dapat mengonfirmasi sikap mereka secara definitif. Pernyataan-pernyataan terkait kemungkinan sanksi atau tindakan balasan yang disebutkan Graham belum dapat diverifikasi secara independen.

Beberapa pengamat menilai peringatan Graham mencerminkan tekanan politik di dalam negeri AS dan upaya mempengaruhi dinamika negosiasi antara Washington dan Teheran. Sementara itu, kalangan yang kritis terhadap wacana kesepakatan dengan Iran mengingatkan potensi risiko keamanan yang belum terselesaikan.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan akan mengupdate berita ini apabila terdapat konfirmasi resmi atau dokumen tambahan.

Photo by: Engin Akyurt, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.