Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

el-Obeid, Sudan: Kehidupan di Tepi Keruntuhan

Admin June 29, 2026 at 22:08
el-Obeid, Sudan: Kehidupan di Tepi Keruntuhan

Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kota el-Obeid di Sudan menghadapi ancaman kekerasan massal dan potensi kekejaman seperti yang terjadi di el-Fasher pada 2025. PBB memperingatkan bahwa eskalasi pertempuran dan runtuhnya layanan dasar dapat memicu pelanggaran hak asasi dalam skala besar.

Menurut data yang dikemukakan oleh badan-badan kemanusiaan PBB, akses terhadap makanan, air bersih, dan pelayanan kesehatan di el-Obeid semakin terbatas, sementara arus pengungsi dan orang yang terpaksa meninggalkan rumah meningkat — mencapai ribuan hingga puluhan ribu orang. Infrastruktur penting dilaporkan rusak dan banyak warga kehilangan mata pencaharian mereka.

Sumber lokal menyebutkan adanya serangan terhadap permukiman sipil dan evakuasi massal dari beberapa lingkungan. Beberapa laporan lokal juga menyebutkan adanya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah korban, pelaku, atau rincian insiden yang dilaporkan.

Hingga laporan ini ditulis, akses kemanusiaan ke bagian-bagian kota masih sangat terbatas akibat kondisi keamanan yang tidak stabil. Organisasi kemanusiaan menyerukan koridor aman dan izin bagi bantuan untuk menjangkau warga yang paling rentan.

Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim lokal dan data tentang jumlah pengungsi serta korban. Kami akan memperbarui laporan ketika informasi tambahan dan verifikasi independen tersedia.

Photo by: Baraa Obied, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.