Apa yang Perlu Diketahui tentang Dana Iran yang Dibekukan Senilai Miliaran Dolar
Berdasarkan laporan, Iran sedang menuntut akses terhadap puluhan miliar dolar yang dibekukan di luar negeri sebagai bagian dari pembicaraan diplomatik terbaru yang bertujuan mengakhiri konflik regional dan membuka kembali Selat Hormuz.
Menurut data yang beredar, ada klaim bahwa hingga 25 persen dari dana Iran yang dibekukan secara global bisa dibebaskan oleh AS jika Iran menyerahkan 400 kilogram uranium yang diperkaya dan menutup fasilitas nuklirnya. Klaim ini, bagaimanapun, belum dapat diverifikasi secara independen.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pembicaraan tingkat tinggi berlangsung di Doha, Qatar, setelah pembicaraan antara ketua parlemen Iran Mohammad Ghalibaf dan pejabat bank sentral Iran. Delegasi Iran diduga membahas pembebasan sekitar 6 miliar dolar yang telah ditahan di Qatar sejak September 2023, dan secara lebih luas meminta akses ke sekitar 12 miliar dolar dari dana yang dibekukan.
Berdasarkan laporan lain, proposal yang dibahas dalam beberapa putaran diplomasi termasuk perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan beberapa sanksi AS terhadap minyak Iran sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas. Beberapa media menyebutkan pula wacana Memorandum of Understanding atau “Islamabad Declaration” sebagai kerangka yang mungkin diajukan, namun detailnya belum final.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada kesepakatan publik yang tercapai dan negosiasi dipandang sebagai proses yang kompleks dengan tuntutan yang saling bertentangan. Belum dapat diverifikasi secara independen berapa besar dana yang akan benar-benar dipindahkan atau syarat pasti yang akan disepakati oleh masing‑masing pihak.
Tim redaksi masih memverifikasi klaim terkait angka-angka besar dan syarat teknis lain, termasuk pernyataan yang menyebut keterlibatan figur-figur politik tertentu dalam persetujuan akhir. Perkembangan lebih lanjut diperkirakan akan muncul seiring berjalannya pembicaraan di Doha dan dialog antara Tehran dan Washington melalui perantara regional.
Photo by: Amir Ghoorchiani, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship