Maersk Belum Ubah Operasi di Timur Tengah Meski Ada Pakta AS-Iran Pemimpin Dunia Berkumpul di Prancis untuk KTT G7 di Tengah Terobosan Diplomatik AS-Iran Rangkaian Pemakaman Massal untuk Sejumlah Martir yang Gugur Akibat Serangan Israel di Gaza Pemukim Israel Berusaha Membakar Masjid di Burqa, Tepi Barat Trump Luncurkan Kembali Perang Tarif dengan Alasan ‘Forced Labour’ Trump Ancam Prancis dengan Tarif 100% atas Anggur karena Pajak Digital Masjid dan Kendaraan Dibakar, Penggerebekan dan Penangkapan di Tepi Barat; Gelombang Serangan Pemukim Tradisi Zār: Ritual Penyembuhan dan Pengusiran Roh di Sudan Islamabad Puji Kesepahaman Washington-Tehran dan Janji Dukung Proses Diplomasi Tujuh Orang Meninggal setelah Mobil Jatuh ke Kanal Al-Marioutiyah di Giza Maersk Belum Ubah Operasi di Timur Tengah Meski Ada Pakta AS-Iran Pemimpin Dunia Berkumpul di Prancis untuk KTT G7 di Tengah Terobosan Diplomatik AS-Iran Rangkaian Pemakaman Massal untuk Sejumlah Martir yang Gugur Akibat Serangan Israel di Gaza Pemukim Israel Berusaha Membakar Masjid di Burqa, Tepi Barat Trump Luncurkan Kembali Perang Tarif dengan Alasan ‘Forced Labour’ Trump Ancam Prancis dengan Tarif 100% atas Anggur karena Pajak Digital Masjid dan Kendaraan Dibakar, Penggerebekan dan Penangkapan di Tepi Barat; Gelombang Serangan Pemukim Tradisi Zār: Ritual Penyembuhan dan Pengusiran Roh di Sudan Islamabad Puji Kesepahaman Washington-Tehran dan Janji Dukung Proses Diplomasi Tujuh Orang Meninggal setelah Mobil Jatuh ke Kanal Al-Marioutiyah di Giza

Trump Luncurkan Kembali Perang Tarif dengan Alasan ‘Forced Labour’

Admin June 15, 2026 at 16:20
Trump Luncurkan Kembali Perang Tarif dengan Alasan ‘Forced Labour’

Berdasarkan laporan, pemerintahan Trump melancarkan gelombang tarif baru dengan alasan dugaan ‘forced labour’ dalam rantai pasokan beberapa negara mitra dagang. Menurut data analis perdagangan, langkah ini berpotensi mempercepat ‘reorientasi’ perdagangan global menjauhi Amerika Serikat, karena importir dan produsen mencari sumber alternatif dan cara mengurangi risiko kebijakan tarif yang berulang.

Pihak Gedung Putih mengatakan kebijakan itu dirancang untuk menekan praktik tenaga kerja paksa dan melindungi pasar domestik, namun tuduhan mengenai lokasi dan bukti kerja paksa tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan kekhawatiran di kalangan eksportir yang mengandalkan pemasok di wilayah yang ditargetkan; beberapa pelaku usaha kecil berharap dampaknya dapat diminimalkan sementara pelaku industri besar mulai memetakan ulang rantai pasokan.

Gene Marks, konsultan usaha kecil, berpendapat bahwa bagi banyak bisnis kecil AS tarif kini menjadi ‘bukan isu utama’ karena mereka telah beradaptasi dengan menaikkan harga dan menggunakan jalur hukum untuk menuntut pengembalian biaya. Menurut data pasar, investor dan perusahaan multinasional sudah mempercepat diversifikasi pemasok dan investasi di kawasan alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pasar AS.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada reaksi resmi besar dari mitra dagang yang ditargetkan selain pernyataan keprihatinan dan ancaman pembalasan tarif. Beberapa ekonom memperingatkan bahwa eskalasi kebijakan ini bisa menimbulkan gangguan jangka panjang pada rantai pasokan global, meningkatkan biaya konsumen, dan memicu ketidakpastian investasi.

Sumber lokal menyebutkan pula bahwa sektor logistik dan manufaktur sedang menilai ulang kontrak jangka panjang, sementara asosiasi perdagangan mendesak konferensi dan dialog internasional untuk mencari aturan main yang lebih jelas. Tim redaksi masih memverifikasi rincian paket tarif terbaru dan klaim kerja paksa yang dikemukakan oleh otoritas AS, termasuk bukti teknis dan lokasi yang disebutkan dalam langkah kebijakan tersebut.

Photo by: www.kaboompics.com, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.