Lalu Lintas Kapal Terhenti di Selat Hormuz Setelah Iran Umumkan Penutupan
Berdasarkan laporan, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada 21 Juni 2026 sebagai respons atas dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan sementara oleh Amerika Serikat dan Israel setelah serangan di Lebanon.
Menurut data pelacakan kapal, arus lalu lintas kapal di jalur strategis yang mengangkut hingga 25% minyak laut dunia itu anjlok tajam, dari sekitar 26 kapal per hari menjadi hanya lima kapal. Sumber lokal menyebutkan sebagian besar kapal yang tetap melintas terkait dengan entitas Iran atau berada di bawah sanksi.
Beberapa produsen minyak besar di Teluk, termasuk Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) dan Kuwait Petroleum Corp (KPC), dilaporkan mulai menawarkan opsi pemuatan minyak di luar Selat Hormuz untuk menjaga keberlanjutan ekspor setelah terjadinya gangguan ini.
Pihak militer AS menyatakan kebebasan navigasi tetap terjaga dan beberapa kapal komersial terus beroperasi di kawasan itu, namun data independen menunjukkan penurunan transit yang signifikan. Di bawah nota kesepahaman (MOU) dengan AS, Iran mengkondisikan pembukaan kembali selat dengan pencapaian gencatan senjata permanen di Lebanon.
Perundingan diplomatik yang dimediasi, termasuk pembicaraan di Swiss, dilaporkan mengalami kebuntuan sementara Gedung Putih mendorong Israel untuk mundur, dan Presiden AS dilaporkan mengancam tindakan militer jika blokade berlanjut.
Hingga laporan ini ditulis, klaim penutupan oleh IRGC dan dampak riilnya terhadap pengiriman minyak global belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan akan mengabarkan perkembangan berikutnya setelah konfirmasi diperoleh.
Photo by: Eric Seddon, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel