Trump: Serangan Israel di Beirut ‘Seharusnya Tidak Terjadi’ Saat Pembicaraan Damai dengan Iran
Berdasarkan laporan, Presiden AS Donald Trump pada Minggu mengkritik serangan udara Israel di Beirut yang terjadi pada saat Washington dikabarkan berada di ambang kesepakatan damai dengan Iran. Menurut data yang dikutip dari pernyataan Trump di platform media sosialnya, Truth Social, ia menilai serangan itu “seharusnya tidak terjadi” dan mendesak semua pihak untuk menahan diri agar proses diplomatik tidak terganggu.
Trump menulis bahwa “serangan pagi ini di Beirut seharusnya tidak terjadi, terutama di hari istimewa ketika kita sangat dekat dengan kesepakatan damai.” Ia juga menyebut insiden pemicu yang diklaim Israel sebagai “kecil dan tak berarti” dan menyatakan bahwa serangan itu menurutnya “tidak menimbulkan korban”. Sumber lokal menyebutkan namun ada laporan lain yang mengatakan adanya korban jiwa akibat serangan tersebut.
Menurut data dari sejumlah media internasional, serangan itu menargetkan apa yang diklaim Israel sebagai pusat komando Hezbollah di kawasan Dahiyeh, Beirut. Beberapa laporan menyebutkan seorang komandan senior Hezbollah, Ali Moussa Dakdouk, dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah nama dan status korban tersebut benar, dan jumlah korban masih bervariasi antar sumber.
Sumber lokal menyebutkan bahwa insiden ini memicu ketegangan diplomatik yang serius di tengah upaya mediasi; Iran dilaporkan memperingatkan kemungkinan pembalasan jika serangan terhadap kepentingan sekutunya berlanjut. Hingga laporan ini ditulis, Gedung Putih menyatakan akan terus mendorong semua pihak untuk menahan diri agar proses perundingan dengan Tehran tidak runtuh.
Pihak Israel mengatakan langkah militer itu merupakan respons terhadap serangan yang dilancarkan dari Lebanon, sementara pejabat AS dan beberapa mediator internasional mendesak agar situasi tidak eskalatif sehingga mengganggu potensi kesepakatan yang dinilai dapat membawa stabilitas regional.
Belum dapat diverifikasi secara independen rincian lengkap mengenai apa yang memicu serangan itu, dan klaim soal ada atau tidaknya korban yang disampaikan oleh berbagai pihak. Tim redaksi masih memverifikasi nama korban, jumlah korban, serta kronologi insiden melalui sumber resmi dan saksi di lapangan.
Hingga laporan ini ditulis, ketegangan tetap tinggi dan para diplomat intensif berusaha meredakan ketegangan agar perundingan damai antara AS dan Iran dapat dilanjutkan tanpa gangguan lebih lanjut.
Photo by: Jo Kassis, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel