Dewan Keamanan PBB Gelar Rapat Darurat soal Lebanon Senin
Berdasarkan laporan, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada hari Senin untuk membahas eskalasi militer di Lebanon.
Permintaan rapat ini diajukan oleh Prancis, yang menggambarkan operasi militer Israel di Lebanon sebagai “sangat mengkhawatirkan” (extremely concerning), menurut pernyataan yang dikutip oleh beberapa media. Menurut data yang disampaikan oleh pihak-pihak pro-Israel, pasukan Israel telah melakukan operasi intensif di selatan Lebanon, termasuk klaim penguasaan situs strategis seperti Beaufort Castle dan penyeberangan Sungai Litani.
Hingga laporan ini ditulis, jajaran Dewan Keamanan belum mengeluarkan pernyataan final mengenai agenda detail selain konfirmasi pertemuan pada Senin. Pertemuan ini dipandang sebagai respons diplomatik atas peningkatan tindakan militer yang dinilai berpotensi memperluas konflik di kawasan.
Sumber lokal menyebutkan adanya perintah evakuasi massal dan peningkatan aktivitas militer di beberapa bagian selatan Lebanon, yang menurut pejabat setempat berdampak pada warga sipil. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah korban jiwa dan luas kerusakan infrastruktur yang dilaporkan di lapangan.
Dalam pernyataan sebelumnya, Pemerintah Lebanon menuduh Israel menerapkan kebijakan “bumi hangus” dan hukuman kolektif menyusul operasi yang menarget wilayah yang sejak lama menjadi medan pertempuran antara Israel dan Hizbullah. Menurut data dari sumber-sumber Israel, Angkatan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menewaskan sekitar 8.000 anggota Hizbullah sejak 7 Oktober — klaim yang sampai saat ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Permintaan Prancis untuk rapat Dewan Keamanan dilatarbelakangi kekhawatiran tentang dampak kemanusiaan dan risiko perluasan konflik, serta upaya diplomatik yang sedang berlangsung di Washington untuk mencari solusi gencatan senjata yang lebih luas. Tim redaksi masih memverifikasi perincian lebih lanjut terkait peran aktor internasional lain dan implikasi hukum dari operasi militer yang berlangsung.
Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim pihak yang bertikai, termasuk angka-angka korban dan detail operasi militer. Tim redaksi masih memverifikasi informasi dari sumber lapangan dan pernyataan resmi yang berbeda-beda sebelum publikasi berikutnya.
Photo by: Sayed Masoumi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship