Suriah Bergabung dengan ‘Kelompok Teman’ Anti-Perdagangan Manusia Berbasis Teknologi, Umumkan Albi Iran: Pemahaman Tercapai pada Sebagian Besar Isu dalam Pembicaraan dengan AS Ketua Federasi Sepak Bola Palestina Ditolak Visa AS untuk Hadiri Piala Dunia 2026 UAE bantah melepaskan atau memindahkan dana Iran yang dibekukan Paus Peringatkan Penyelundup Manusia Hadapi Murka Tuhan Setelah Menghapus “Garis Kuning” dan Melanggar Gencatan Senjata… Apakah Netanyahu Mengubur Kesepakatan Gaza? UEA Setuju Lepaskan Miliaran untuk Iran di Tengah Perang AS-Israel: Laporan Melmastia: Tradisi Keramahan Ekstrem dalam Budaya Pashtun Trump Sebut Unggahan Menlu Iran Soal Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran “Sangat Positif” Hamas: Israel Perluas ‘Garis Kuning’ di Gaza untuk Menggagalkan Pembicaraan Gencatan Senjata Suriah Bergabung dengan ‘Kelompok Teman’ Anti-Perdagangan Manusia Berbasis Teknologi, Umumkan Albi Iran: Pemahaman Tercapai pada Sebagian Besar Isu dalam Pembicaraan dengan AS Ketua Federasi Sepak Bola Palestina Ditolak Visa AS untuk Hadiri Piala Dunia 2026 UAE bantah melepaskan atau memindahkan dana Iran yang dibekukan Paus Peringatkan Penyelundup Manusia Hadapi Murka Tuhan Setelah Menghapus “Garis Kuning” dan Melanggar Gencatan Senjata… Apakah Netanyahu Mengubur Kesepakatan Gaza? UEA Setuju Lepaskan Miliaran untuk Iran di Tengah Perang AS-Israel: Laporan Melmastia: Tradisi Keramahan Ekstrem dalam Budaya Pashtun Trump Sebut Unggahan Menlu Iran Soal Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran “Sangat Positif” Hamas: Israel Perluas ‘Garis Kuning’ di Gaza untuk Menggagalkan Pembicaraan Gencatan Senjata

PBB Mendesak Pembebasan 73 Personel yang Ditahan di Yaman pada Peringatan Dua Tahun

Admin June 11, 2026 at 00:08
PBB Mendesak Pembebasan 73 Personel yang Ditahan di Yaman pada Peringatan Dua Tahun

Berdasarkan laporan PBB, Sekretaris Jenderal António Guterres menyerukan pembebasan segera terhadap personel Perserikatan Bangsa-Bangsa yang masih ditahan di Yaman pada peringatan dua tahun penahanan mereka.

Menurut data PBB, total 73 personel PBB “masih ditahan secara sewenang-wenang di Yaman.” PBB menilai penahanan ini melanggar hukum humaniter internasional dan menuntut akses tanpa hambatan bagi staf dan operasi kemanusiaan di wilayah yang terdampak konflik.

Guterres mengecam praktik penahanan tersebut dan menegaskan perlunya jaminan keselamatan bagi seluruh personel PBB. “Pembebasan dan pemulangan aman harus dilaksanakan sekarang,” ujar Guterres dalam pernyataannya yang dirilis menjelang peringatan dua tahun itu.

Sumber lokal menyebutkan beberapa keluarga dan rekan kerja personel yang ditahan telah menyerukan perhatian internasional, serta menginformasikan lokasi-lokasi penahanan yang menurut mereka berada di wilayah yang dikuasai oleh kelompok bersenjata tertentu. Klaim tentang kondisi penahanan dan perlakuan terhadap tahanan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak yang menahan mengenai permintaan pembebasan atau langkah-langkah pengamanan bagi personel PBB. PBB juga mengimbau semua pihak di Yaman untuk menghormati dan memfasilitasi akses kemanusiaan demi melindungi nyawa serta keselamatan pekerja bantuan.

Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah rincian tambahan terkait lokasi penahanan dan kondisi para personel. Kami akan memperbarui berita ini jika ada informasi resmi atau konfirmasi lebih lanjut dari sumber terkait.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.