Hari ke-105 Perang Iran: Trump Hentikan Serangan setelah Ancaman Pulau Kharg
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap target pengawasan dan pertahanan udara Iran setelah mengumumkan adanya kemajuan diplomatik yang mendekati hasil akhir. Keputusan itu datang setelah ancaman publik Trump untuk merebut Pulau Kharg dan menguasai infrastruktur minyak Iran, yang menurut pejabat militer AS sebenarnya tidak menjadi bagian dari rencana operasi yang siap diluncurkan.
Menurut data pasar energi yang dipantau oleh pihak terkait, pengumuman pembatalan serangan meredakan ketegangan pasar: harga Brent sempat turun hampir 4% ke bawah US$90 per barel. Namun, upaya diplomatik yang diumumkan Trump juga disertai pernyataan bahwa blokade angkatan laut AS tetap diberlakukan sebagai tekanan sampai kesepakatan diselesaikan.
Hingga laporan ini ditulis, pihak berwenang di Washington mengatakan negosiasi multi-negara sedang berlangsung dan Tehran sedang meninjau proposal kesepakatan AS. Sementara itu, sumber semi-resmi Iran melalui kantor berita Fars menyangkal adanya persetujuan formal dengan AS.
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim dari kedua belah pihak mengenai terobosan diplomatik tersebut. Militer AS disebut-sebut sudah menyiapkan munisi dan berada dalam hitungan jam untuk melancarkan serangan, namun Presiden memutuskan untuk menghentikannya setelah berbicara tentang kemungkinan kesepakatan.
Sumber lokal menyebutkan reaksi beragam di kawasan: beberapa sekutu regional terkejut oleh pengumuman tersebut, sementara Perdana Menteri Israel disebut-sebut memberi dukungan bersyarat asalkan setiap kesepakatan menjamin penghilangan bahan yang diperkaya dan pembongkaran infrastruktur nuklir serta jaringan proxy teror Iran.
Perang yang memasuki hari ke-105 ini telah menyebabkan ribuan korban dan gangguan besar pada perdagangan minyak global. Menurut laporan yang beredar, tiga awak kapal India tewas dalam sebuah serangan yang dikaitkan dengan operasi militer AS — klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi jumlah keseluruhan korban serta rincian identitas dan latar belakang mereka.
Tim redaksi masih memverifikasi juga rincian lengkap mengenai kesepakatan yang diklaim dan langkah-langkah lanjutan yang mungkin diambil kedua belah pihak. Kami akan memperbarui berita ini saat informasi baru dan terverifikasi tersedia.
Photo by: Noorayne E. Chevalier, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel