Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Waktunya Mengecam Telah Berakhir: Utusan Palestina di PBB Mendesak Akhiri Aneksasi Israel

Admin June 30, 2026 at 03:04
Waktunya Mengecam Telah Berakhir: Utusan Palestina di PBB Mendesak Akhiri Aneksasi Israel

Berdasarkan laporan Anadolu, Utusan Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Riyad Mansour pada Rabu menyerukan diakhirinya aneksasi Israel atas tanah Palestina dan memperingatkan bahwa “waktunya untuk sekadar mengecam telah berakhir”.

Menurut data yang disampaikan Mansour di Dewan Keamanan PBB, Israel “telah secara tidak sah menguasai lebih dari 70% Jalur Gaza” dan “secara efektif menganeksasi lebih dari 60% Tepi Barat serta seluruh Yerusalem Timur.” Pernyataan ini, menurut Mansour, menjadikan aneksasi “sebuah tindakan perang” yang “mematikan semua upaya perdamaian” dan “tidak dapat ditawar-tawar.” Belum dapat diverifikasi secara independen klaim persentase yang disampaikan dalam pidato tersebut.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel terhadap seruan Mansour. Sumber lokal menyebutkan ketegangan tetap tinggi di beberapa wilayah yang disengketakan, namun Tim redaksi masih memverifikasi rincian tentang insiden-insiden setempat dan korban jiwa yang mungkin terkait.

Mansour menegaskan bahwa tindakan Israel “tidak hanya ilegal” tetapi juga bertentangan dengan berbagai prinsip hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan. Dia mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata, bukan hanya kecaman verbal, agar penguasaan wilayah oleh kekuatan pendudukan tidak menjadi status quo yang diterima.

Pernyataan Mansour disampaikan saat perhatian dunia tetap fokus pada langkah-langkah yang dianggap memperkuat atau mengabadikan pendudukan di wilayah Palestina. Hingga kini, klaim-klaim tentang aneksasi, tingkat penguasaan wilayah, dan dampak lapangan terus menjadi bahan perdebatan diplomatik dan hukum internasional, dan Belum dapat diverifikasi secara independen sejumlah rincian yang disebutkan dalam pernyataan tersebut.

Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan pihak-pihak terkait dan dokumen resmi yang disebutkan selama sesi Dewan Keamanan. Laporan ini akan diperbarui ketika informasi tambahan dapat dikonfirmasi.

Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.