Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Olmert: Kesepakatan AS-Iran Bisa Dipandang Sebagai ‘Pengkhianatan’ di Israel

Admin June 16, 2026 at 21:09
Olmert: Kesepakatan AS-Iran Bisa Dipandang Sebagai ‘Pengkhianatan’ di Israel

Berdasarkan laporan Anadolu yang mengutip wawancara mantan perdana menteri Israel Ehud Olmert dengan penyiar publik Irlandia RTE, sebuah kemungkinan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dapat dipandang sebagai “pengkhianatan” di Israel. Olmert mengatakan bahwa dari sudut pandang posisi awal Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, langkah seperti itu mungkin diartikan sebagai pengkhianatan karena harapan awal Israel dan AS tampak berbeda.

Menurut data dari Associated Press dan laporan lain, kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran memicu kemarahan luas di spektrum politik Israel. Kritikus menuduh bahwa strategi Netanyahu gagal memperhitungkan kesiapan AS untuk menyelesaikan konflik, sehingga meninggalkan Iran dengan infrastruktur nuklir yang utuh dan kemungkinan mendapat keringanan sanksi. Sumber lokal menyebutkan pula bahwa kesepakatan itu bisa membatasi operasi militer Israel terhadap Hezbollah di Lebanon sehingga menimbulkan ketegangan politik domestik.

Hingga laporan ini ditulis, rincian lengkap kesepakatan belum sepenuhnya diketahui dan ada “jarak besar” antara ekspektasi awal Israel dan langkah diplomatik yang ditempuh AS, menurut pernyataan Olmert. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ketentuan-ketentuan utama yang dilaporkan memang akan mengubah posisi militer atau politik Israel di kawasan.

Beberapa editorial dan analis menyatakan kesepakatan semacam itu menguntungkan Iran dalam jangka pendek, sementara pendukung diplomasi menilai langkah itu dapat mengurangi eskalasi militer. Tim redaksi masih memverifikasi berbagai klaim terkait isi perjanjian dan dampaknya bagi kebijakan regional.

Photo by: Leonid Altman, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.