Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

Olmert: Kesepakatan AS-Iran Bisa Dipandang Sebagai ‘Pengkhianatan’ di Israel

Admin June 16, 2026 at 21:09
Olmert: Kesepakatan AS-Iran Bisa Dipandang Sebagai ‘Pengkhianatan’ di Israel

Berdasarkan laporan Anadolu yang mengutip wawancara mantan perdana menteri Israel Ehud Olmert dengan penyiar publik Irlandia RTE, sebuah kemungkinan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dapat dipandang sebagai “pengkhianatan” di Israel. Olmert mengatakan bahwa dari sudut pandang posisi awal Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, langkah seperti itu mungkin diartikan sebagai pengkhianatan karena harapan awal Israel dan AS tampak berbeda.

Menurut data dari Associated Press dan laporan lain, kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran memicu kemarahan luas di spektrum politik Israel. Kritikus menuduh bahwa strategi Netanyahu gagal memperhitungkan kesiapan AS untuk menyelesaikan konflik, sehingga meninggalkan Iran dengan infrastruktur nuklir yang utuh dan kemungkinan mendapat keringanan sanksi. Sumber lokal menyebutkan pula bahwa kesepakatan itu bisa membatasi operasi militer Israel terhadap Hezbollah di Lebanon sehingga menimbulkan ketegangan politik domestik.

Hingga laporan ini ditulis, rincian lengkap kesepakatan belum sepenuhnya diketahui dan ada “jarak besar” antara ekspektasi awal Israel dan langkah diplomatik yang ditempuh AS, menurut pernyataan Olmert. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ketentuan-ketentuan utama yang dilaporkan memang akan mengubah posisi militer atau politik Israel di kawasan.

Beberapa editorial dan analis menyatakan kesepakatan semacam itu menguntungkan Iran dalam jangka pendek, sementara pendukung diplomasi menilai langkah itu dapat mengurangi eskalasi militer. Tim redaksi masih memverifikasi berbagai klaim terkait isi perjanjian dan dampaknya bagi kebijakan regional.

Photo by: Leonid Altman, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.