Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Turki, Pakistan dan Arab Saudi Teken “Mecca Joint Defence Agreement”

Admin August 7, 2026 at 18:05
Turki, Pakistan dan Arab Saudi Teken “Mecca Joint Defence Agreement”

Berdasarkan laporan, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki menandatangani sebuah perjanjian pertahanan bersama yang disebut “Mecca Joint Defence Agreement” pada hari Jumat, demikian disampaikan kementerian luar negeri Pakistan dan penyiar Saudi.

Menurut data, pakta ini mengikat ketiga negara di tengah latar konflik yang melibatkan Iran dan munculnya kembali bentrokan dengan kelompok Houthi di Yaman, serta meningkatnya ketegangan regional yang berdampak pada keamanan jalur perdagangan dan stabilitas energi.

Sumber lokal menyebutkan penandatanganan dilakukan di Mekkah dan melibatkan para pemimpin puncak dari ketiga negara. Seorang juru bicara Turki menyatakan perjanjian ini bersifat murni defensif dan tidak ditujukan kepada aktor tertentu.

Menurut data lebih lanjut, rincian operasional pakta belum dipublikasikan secara menyeluruh; namun perjanjian itu dimaksudkan untuk memperkuat daya tangkal bersama dan memperdalam kerja sama militer di antara negara-negara anggota. Beberapa laporan mengatakan pakta tersebut memadukan kekuatan unik masing-masing pihak, termasuk kapasitas militer Turki yang berstandar NATO, pengaruh ekonomi Arab Saudi, dan peran strategis Pakistan.

Hingga laporan ini ditulis, belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih rinci terkait isi perjanjian, mekanisme pertahanan kolektif, serta implikasi politik dan keamanan jangka panjang di kawasan.

Photo by: Tuğba, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.