Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Turki: Israel Pakai Resolusi ‘Genosida’ Armenia untuk Menutupi Kejahatan di Gaza

Admin June 29, 2026 at 10:06
Turki: Israel Pakai Resolusi ‘Genosida’ Armenia untuk Menutupi Kejahatan di Gaza

Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Turki mengecam keputusan Kabinet Israel yang menyetujui pengakuan pembantaian orang-orang Armenia oleh Kekaisaran Ottoman sebagai “genosida”.

Menurut data, langkah Kabinet Israel itu mendapat persetujuan internal dan masih menunggu pengesahan akhir di Knesset. Keputusan tersebut mengakui ribuan orang Armenia yang tewas pada masa Perang Dunia I sebagai korban pembantaian.

Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan pengakuan itu merupakan upaya bermotif politik untuk mengalihkan perhatian dari dugaan kejahatan perang yang dilakukan Israel di Gaza. Pernyataan resmi menyebutkan tindakan tersebut “mengabaikan fakta hukum dan historis” serta mencerminkan tekanan terhadap PM Netanyahu dan pejabat Israel lain yang menghadapi surat perintah penangkapan dari ICC. Sumber lokal menyebutkan Turki akan terus bekerja untuk mengakhiri kebijakan ekspansionis dan destabilisasi Israel di kawasan serta menuntut pertanggungjawaban pemerintah Netanyahu atas kejahatan terhadap warga sipil, khususnya warga Palestina yang gugur dalam konflik.

Hingga laporan ini ditulis, klaim Turki terkait motif politik Israel dan hubungan keputusan itu dengan tindakan di Gaza belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan kedua belah pihak dan perkembangan di Knesset terkait pengesahan akhir.

Photo by: Ömer Derinyar, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.