Pasukan Israel Menggerebek Pusat Pelatihan UNRWA di Utara Yerusalem Timur, Menahan Staf Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Pasukan Israel Menggerebek Pusat Pelatihan UNRWA di Utara Yerusalem Timur, Menahan Staf Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa

Trump Tangguhkan ‘Project Freedom’ Setelah Saudi Tolak Akses Udara, Ketegangan di Selat Hormuz Memicu Serangan Balasan AS

Admin May 8, 2026 at 18:04
Trump Tangguhkan ‘Project Freedom’ Setelah Saudi Tolak Akses Udara, Ketegangan di Selat Hormuz Memicu Serangan Balasan AS

Berdasarkan laporan dari sejumlah media internasional, Presiden AS Donald Trump menangguhkan inisiatif militer bernama “Project Freedom” yang dirancang untuk mengawal kapal dagang melalui Selat Hormuz. Menurut data yang dipublikasikan, Riyadh menolak memberikan akses penggunaan ruang udara dan pangkalan militer kepada pasukan AS, termasuk permintaan penggunaan Pangkalan Udara Prince Sultan. Sumber lokal menyebutkan penolakan itu dimaksudkan untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Iran dan risiko serangan balasan ke infrastruktur Saudi.

Beberapa media melaporkan bahwa Washington membenarkan penundaan dengan alasan kemajuan diplomasi dan mediasi pihak ketiga, sementara laporan lain menyebut masalah logistik regional sebagai penyebab utama. Menurut data, lalu lintas pengiriman turun drastis hingga sekitar 20% dari level sebelum konflik, yang turut memperburuk krisis kemanusiaan di Teluk. Pada saat yang sama, laporan militer menyebutkan serangan AS terhadap fasilitas rudal dan drone Iran setelah tiga kapal perusak Angkatan Laut AS menjadi sasaran; tidak ada kapal AS yang dilaporkan mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.

Hingga laporan ini ditulis, klaim terkait penolakan akses pangkalan dan rincian perjanjian gencatan senjata masih belum dapat diverifikasi secara independen. Beberapa sumber menyebut adanya draf nota kesepahaman 14 poin yang sedang ditinjau untuk mengakhiri blokade dan menyelesaikan isu program nuklir Iran, namun Tim redaksi masih memverifikasi kebenaran dokumen tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan terkait peran mediasi dari negara-negara seperti Pakistan dan China serta kemungkinan kelanjutan atau penghentian penuh operasi militer di kawasan.

Photo by: Melika Hazrati, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.