Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Trump: Siap lakukan aksi militer jika pembicaraan dengan Iran gagal, kata laporan

Admin July 27, 2026 at 23:03
Trump: Siap lakukan aksi militer jika pembicaraan dengan Iran gagal, kata laporan

Berdasarkan laporan yang mengutip wawancara dengan Axios, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa Washington sedang melakukan “pembicaraan yang sangat mendalam” dengan Iran namun memperingatkan bahwa ia siap mengambil “aksi militer yang kuat” jika upaya diplomasi itu gagal.

Menurut data yang disampaikan dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan ada tekanan waktu dan mengatakan: “Not much time. Either it goes fast or not at all,” ketika ditanya berapa lama ia bersedia memberi waktu bagi pembicaraan.

Beberapa laporan lain menyebutkan bahwa negosiasi itu dimediasi oleh sejumlah negara regional, termasuk Oman, Qatar, Mesir, dan Pakistan, dengan tujuan mencari kesepakatan sementara yang dapat menjamin keselamatan pelayaran komersial di Selat Hormuz sebelum isu nuklir menjadi fokus pembicaraan lebih lanjut.

Sumber lokal menyebutkan pihak Iran dan mediator melaporkan pembicaraan produktif mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Hingga laporan ini ditulis, kedua belah pihak dilaporkan tetap melakukan pembicaraan, sementara Washington menyatakan kesiapan untuk kembali menggunakan kekuatan militer jika tidak ada kemajuan cepat.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian yang beredar mengenai isi perundingan dan kesepakatan sementara yang dimaksud. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tambahan dan sumber-sumber terkait yang muncul di beberapa laporan.

Tim redaksi akan mengabarkan perkembangan lebih lanjut setelah menerima konfirmasi dari sumber resmi dan bukti pendukung yang dapat diverifikasi.

Photo by: Saifee Art, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.