SESSCO Mulai Studi Teknis Rehabilitasi Silo Al-Sabina di Rif Dimashq Trump: Siap lakukan aksi militer jika pembicaraan dengan Iran gagal, kata laporan Pasukan Israel Menggerebek Pusat Pelatihan UNRWA di Utara Yerusalem Timur, Menahan Staf Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung SESSCO Mulai Studi Teknis Rehabilitasi Silo Al-Sabina di Rif Dimashq Trump: Siap lakukan aksi militer jika pembicaraan dengan Iran gagal, kata laporan Pasukan Israel Menggerebek Pusat Pelatihan UNRWA di Utara Yerusalem Timur, Menahan Staf Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung

Trump: Siap lakukan aksi militer jika pembicaraan dengan Iran gagal, kata laporan

Admin July 27, 2026 at 23:03
Trump: Siap lakukan aksi militer jika pembicaraan dengan Iran gagal, kata laporan

Berdasarkan laporan yang mengutip wawancara dengan Axios, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa Washington sedang melakukan “pembicaraan yang sangat mendalam” dengan Iran namun memperingatkan bahwa ia siap mengambil “aksi militer yang kuat” jika upaya diplomasi itu gagal.

Menurut data yang disampaikan dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan ada tekanan waktu dan mengatakan: “Not much time. Either it goes fast or not at all,” ketika ditanya berapa lama ia bersedia memberi waktu bagi pembicaraan.

Beberapa laporan lain menyebutkan bahwa negosiasi itu dimediasi oleh sejumlah negara regional, termasuk Oman, Qatar, Mesir, dan Pakistan, dengan tujuan mencari kesepakatan sementara yang dapat menjamin keselamatan pelayaran komersial di Selat Hormuz sebelum isu nuklir menjadi fokus pembicaraan lebih lanjut.

Sumber lokal menyebutkan pihak Iran dan mediator melaporkan pembicaraan produktif mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Hingga laporan ini ditulis, kedua belah pihak dilaporkan tetap melakukan pembicaraan, sementara Washington menyatakan kesiapan untuk kembali menggunakan kekuatan militer jika tidak ada kemajuan cepat.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian yang beredar mengenai isi perundingan dan kesepakatan sementara yang dimaksud. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tambahan dan sumber-sumber terkait yang muncul di beberapa laporan.

Tim redaksi akan mengabarkan perkembangan lebih lanjut setelah menerima konfirmasi dari sumber resmi dan bukti pendukung yang dapat diverifikasi.

Photo by: Saifee Art, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.